Kawasan Sudirman Central Business District atau SCBD di Jakarta saat ini dikenal sebagai salah satu area paling premium dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi. Harga lahan di kawasan elit tersebut kini dilaporkan telah menembus angka sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta per meter persegi. Nilai fantastis ini tentu sangat kontras jika menilik sejarah wilayah tersebut pada masa lampau. Jauh sebelum dipenuhi gedung-gedung pencakar langit, sebagian besar wilayah Senayan dan sekitarnya dikuasai oleh seorang imigran asal Belanda bernama J.M.L. Bohl, yang berhasil menjadi salah satu tuan tanah terbesar pada era Hindia Belanda.
Perjalanan Bohl untuk menjadi penguasa lahan di Batavia dimulai dari langkah yang sangat sederhana. Ia tiba di Batavia sekitar tahun 1864 ketika usianya masih sangat muda, yaitu 16 tahun. Setibanya di tanah jajahan, Bohl tidak langsung memiliki kekayaan yang melimpah. Ia memulai kariernya sebagai seorang pegawai biasa di sebuah perusahaan dagang bernama Pitcairn Syaae & Co. Alih-alih menghabiskan pendapatannya untuk hal yang tidak penting, Bohl memilih untuk menabung seluruh sisa gajinya. Dari akumulasi tabungan gaji itulah ia berhasil mengumpulkan modal yang cukup untuk mulai membeli tanah secara bertahap.








