Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, memberikan tanggapan resmi terkait temuan mengejutkan berupa ratusan senjata, narkotika, hingga CD pornografi di salah satu sekolah swasta yang terletak di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Arifah menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas temuan barang-barang terlarang tersebut di lingkungan institusi pendidikan. Beliau sangat berharap agar pihak sekolah dapat segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan kondisi anak-anak di sekolah tersebut tetap bisa belajar dengan baik, tenang, dan dalam lingkungan yang aman.
Berdasarkan penjelasan dari Hermawanto, selaku kuasa hukum yang mewakili pihak sekolah tersebut, penemuan barang-barang berbahaya ini bermula ketika beberapa orang memasuki sebuah ruangan di lingkungan sekolah. Ruangan tersebut sebelumnya merupakan ruangan yang digunakan oleh mantan ketua yayasan sekolah. Pihak sekolah berniat menggunakan kembali ruangan tersebut untuk memenuhi berbagai kebutuhan para siswa. Namun, saat proses masuk dan pembersihan dilakukan pada tanggal 10 Juli dan 11 Juli, mereka justru menemukan tumpukan senjata. Tidak tanggung-tanggung, jumlah senjata yang ditemukan pada kurun waktu tersebut mencapai 995 pucuk, yang terdiri dari senjata api, amunisi, serta beberapa jenis aksesori senjata lainnya.
Kejadian tersebut tidak berhenti sampai di situ. Pada hari Rabu malam tanggal 5 Agustus, pihak sekolah kembali membuka ruangan lain yang rencananya akan digunakan untuk kepentingan para guru dan staf pendidik lainnya. Saat ruangan tersebut dibuka, mereka kembali menemukan barang-barang terlarang. Di dalam ruangan kedua ini, ditemukan beberapa senjata api tambahan, narkoba, serta sejumlah CD pornografi. Kronologi penemuan yang meresahkan ini kemudian disampaikan secara terbuka oleh Hermawanto kepada para wartawan saat ia berada di Polres Metro Jakarta Selatan pada hari Kamis, 6 Agustus.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Menyikapi temuan yang sangat serius ini, Menteri PPPA Arifah Fauzi memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak yayasan sekolah karena telah mengambil tindakan tepat dengan melaporkan seluruh temuan tersebut kepada pihak kepolisian. Selain itu, Arifah juga mengapresiasi respons cepat dan sigap dari aparat kepolisian dalam menindaklanjuti laporan dari pihak yayasan. Dalam kesempatan yang sama, Arifah meminta kepada semua pihak untuk tetap menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan dan mengimbau agar tidak ada pihak yang mendahului hasil pemeriksaan resmi yang nantinya akan dikeluarkan oleh kepolisian.
Lebih lanjut, Arifah Fauzi juga menaruh perhatian besar pada dampak psikologis dan sosial dari kasus ini terhadap para siswa di sekolah tersebut. Ia secara khusus meminta kepada semua pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk senantiasa menjaga privasi anak-anak dan menghindari pemberian stigma negatif kepada mereka akibat dari bergulirnya kasus ini maupun pemberitaan yang berkembang. Demi mencegah kejadian serupa terulang kembali, Arifah mendorong pihak sekolah untuk segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh ruangan serta fasilitas yang ada di sekolah, sekaligus memperkuat pengawasan keamanan di lingkungan sekolah.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Sebagai langkah tindak lanjut, Kementerian PPPA berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan kepolisian, Dinas Pendidikan, serta Dinas PPPA DKI Jakarta guna memantau perkembangan penanganan kasus ini secara berkelanjutan. Arifah Fauzi juga menyatakan bahwa pihak sekolah dapat menerapkan sistem Satuan Pendidikan Ramah Anak sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif. Tidak hanya itu, ia menyarankan penyediaan layanan pendampingan psikososial yang ditujukan bagi para peserta didik, tenaga pendidik, maupun orang tua murid yang sekiranya membutuhkan bantuan pasca-kejadian ini.






