Bagaimana sebuah aspirasi dari bangku kuliah bisa langsung mengubah kebijakan dan agenda kerja seorang menteri? Pertanyaan praktis ini terjawab secara nyata dalam interaksi antara Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Adriano Padama, seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Suara lantang Adriano mengenai kendala pangan di kampung halamannya tidak hanya didengar, tetapi langsung memicu tindakan konkret dari pemerintah pusat. Perjalanan dari ruang kuliah di Jawa Tengah hingga pemantauan langsung di lapangan di Alor menjadi bukti bagaimana keluhan masyarakat direspons dengan cepat demi menjaga stabilitas pangan di daerah.
Semua ini bermula pada Kamis (6/8), ketika Menteri Pertanian memberikan kuliah umum di hadapan 5.155 mahasiswa baru Universitas Diponegoro di Semarang. Di tengah ribuan mahasiswa tersebut, Adriano Padama memberanikan diri untuk menyampaikan keluh kesah mengenai kondisi riil yang dihadapi oleh warga di








