Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menetapkan target besar untuk program jaminan pendidikan non-formal bagi anak-anak marjinal. Mensos menargetkan setidaknya 150.000 anak dapat berpartisipasi dan mengikuti program Sekolah Rakyat pada tahun 2027 mendatang. Program Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai salah satu upaya nyata pemerintah dalam menekan angka putus sekolah yang masih terjadi di tanah air. Secara khusus, program ini difokuskan untuk menyasar anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera agar mereka memperoleh hak pendidikan yang setara.
Target ambisius untuk menjaring 150.000 anak tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat meresmikan Sekolah Rakyat Rintisan. Acara peresmian tersebut diselenggarakan di Kawasan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug pada hari Sabtu, 8 Agustus. Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menjelaskan bahwa pencapaian target tersebut sangat bergantung pada kelancaran pembangunan infrastruktur pendukung. Menurutnya, target 150.000 siswa ini dapat tercapai apabila pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di berbagai wilayah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dapat selesai tepat waktu sesuai rencana.








