apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Nasional

Mengukur Efektivitas Makan Bergizi Gratis, Mengapa Kementerian Kesehatan Menyiapkan Riset Khusus?

Usat NgajiDiterbitkan 30 Jul 2026 - 16.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengukur Efektivitas Makan Bergizi Gratis, Mengapa Kementerian Kesehatan Menyiapkan Riset Khusus?
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memasuki babak baru yang lebih terukur. Pemerintah tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, melainkan juga mulai merancang metode evaluasi yang sistematis. Langkah ini ditandai dengan rencana Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menyusun riset mendalam guna mengkaji dampak langsung dari program MBG terhadap perbaikan status gizi para penerimanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
menjelaskan bahwa riset ini akan digarap bersama sejumlah lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Rencana besar tersebut disampaikan usai dirinya menghadiri rapat koordinasi terbatas tingkat menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 29 Juli 2026. Kolaborasi riset ini telah disepakati bersama oleh Kemenkes dan
Badan Gizi Nasional
(BGN) selaku lembaga yang mengelola jalannya program MBG.

Dalam pelaksanaannya, Budi Gunadi Sadikin telah mencapai kesepakatan dengan Kepala BGN, Sudaryono, untuk melakukan analisis atau riset hasil (outcome research) dari program MBG. Meskipun riset serupa untuk memantau efektivitas program pangan sejenis pernah dilakukan sebelumnya, kajian terdahulu masih bersifat skala kecil. Riset yang dirancang kali ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh dan akurat mengenai pemenuhan gizi para penerima manfaat.

Baca Juga

Penyaluran BLT Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau untuk Lansia di Kota Kediri

Penyaluran BLT Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau untuk Lansia di Kota Kediri

Salah satu fokus utama dari pemantauan ini adalah kelompok anak yang mengalami stunting. Pemerintah saat ini telah mengantongi data anak stunting secara terperinci yang mencakup Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, hingga alamat lengkap mereka. Melalui basis data ini, perkembangan anak-anak tersebut akan dipantau setiap bulan di posyandu. Petugas akan mencatat apakah anak yang bersangkutan menerima paket MBG dan apakah intervensi tersebut berhasil menaikkan berat badan mereka secara konsisten.

Pemantauan berkala ini sangat krusial untuk mendeteksi ketidaksesuaian asupan nutrisi secara cepat. Budi mencontohkan, jika hasil pemantauan menunjukkan seorang anak terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat sementara tubuhnya lebih membutuhkan protein hewani, pemerintah dapat segera melakukan koreksi menu. Dengan demikian, komposisi makanan yang dibagikan dalam program MBG dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.

Baca Juga

Proyek PSEL Legok Nangka Dimulai, Upaya Mengolah Sampah Menjadi Energi Listrik di Jawa Barat

Proyek PSEL Legok Nangka Dimulai, Upaya Mengolah Sampah Menjadi Energi Listrik di Jawa Barat

Selain melalui posyandu untuk anak usia dini, pemantauan juga direncanakan menyasar anak usia sekolah melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Di lingkungan sekolah, pemantauan akan diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diadakan secara berkala. Namun, rencana ini masih menghadapi tantangan waktu pelaksanaan. Saat ini, CKG baru diselenggarakan setahun sekali.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Menkes sedang melobi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu鈥檛i, agar frekuensi pemeriksaan CKG dapat ditingkatkan menjadi dua kali dalam setahun. Penambahan frekuensi ini dinilai penting agar pemerintah memiliki waktu yang cukup untuk memberikan umpan balik (feedback) yang cepat kepada BGN selaku pengelola program. Melalui riset dan pemeriksaan rutin yang terstruktur ini, pemerintah optimistis dapat terus menyesuaikan kebijakan dan melakukan intervensi program MBG berbasis data yang valid.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

stuntingBadan Gizi Nasionalmakan bergizi gratisBudi Gunadi Sadikinkementerian kesehatankesehatan anak

Berita Terbaru Lainnya

Penyaluran BLT Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau untuk Lansia di Kota KediriProyek PSEL Legok Nangka Dimulai, Upaya Mengolah Sampah Menjadi Energi Listrik di Jawa BaratDidukung Danantara, Bisnis Bullion Bank BSI Catat Lonjakan Nasabah dan Pendapatan SignifikanNaik MRT Jakarta Kini Bisa Tap In Pakai Kartu KreditMengenal Geely Coolray, SUV Turbo Compact yang Melengkapi Pilihan Powertrain di IndonesiaLangkah Awal Elektrifikasi Honda di Indonesia Melalui Kehadiran Super-ONE di GIIAS 2026BAW Resmi Masuk Indonesia, Siapkan Perakitan Lokal dan Bidik Pasar Kendaraan ListrikLepas Resmi Pasarkan Mobil Listrik E4 EV di GIIAS 2026, Tawarkan Harga Khusus Rp 339 Juta

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap