apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Nasional

Mengapa Yogyakarta Memiliki Dua Stasiun Utama yang Berdekatan? Ini Sejarahnya

Parlin SinagaDiterbitkan 1 Agu 2026 - 15.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengapa Yogyakarta Memiliki Dua Stasiun Utama yang Berdekatan? Ini Sejarahnya
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Bagi para pelancong yang sering berkunjung ke Kota Yogyakarta, keberadaan dua stasiun kereta api utama yang letaknya sangat berdekatan tentu bukan hal yang asing lagi. Stasiun Yogyakarta, yang lebih populer dengan nama Stasiun Tugu, dan Stasiun Lempuyangan hanya berjarak sekitar satu kilometer. Kedua stasiun ini sama-sama menjadi pintu masuk penting bagi perjalanan kereta api yang menuju dan meninggalkan Kota Gudeg. Namun, mengapa stasiun-stasiun besar ini dibangun begitu dekat satu sama lain? Sejarah

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
perkeretaapian di masa kolonial Belanda memegang kunci di balik keunikan tata kota ini.

Sejarah mencatat bahwa pembangunan kedua stasiun ini diprakarsai oleh dua pihak yang berbeda dengan kepentingan masing-masing. Stasiun Lempuyangan, yang berlokasi di kawasan Danurejan, didirikan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), sebuah perusahaan kereta api swasta asal Belanda. NISM membangun jaringan rel yang menghubungkan Semarang dengan wilayah Vorstenlanden, yang mencakup Yogyakarta dan Surakarta. Pada masa itu, Vorstenlanden dikenal sebagai wilayah subur yang menjadi pusat produksi berbagai komoditas perkebunan bernilai tinggi, seperti gula dan tembakau. Hasil bumi ini harus diangkut dengan cepat menuju pelabuhan di Semarang untuk diekspor.

Baca Juga

Memahami Pengawasan Melekat dalam Pemeriksaan Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan

Memahami Pengawasan Melekat dalam Pemeriksaan Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan

Stasiun Lempuyangan resmi mulai beroperasi pada tanggal 10 Juni 1872. Kehadirannya menandai tonggak sejarah baru karena Lempuyangan merupakan stasiun kereta api pertama yang berdiri di Kota Yogyakarta. Adapun penamaan Lempuyangan sendiri diambil dari nama lokasi tempat stasiun tersebut didirikan, yaitu Kampung Tegal Lempuyangan. Setelah Indonesia meraih kemerdekaannya, pengelolaan stasiun bersejarah ini beralih dan dijalankan oleh PT KAI. Karena nilai sejarahnya yang tinggi, bangunan Stasiun Lempuyangan kini telah ditetapkan sebagai Bangunan Stasiun Cagar Budaya berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 120/KEP/2010 dan Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 188 Tahun 2014.

Beberapa tahun setelah Stasiun Lempuyangan beroperasi, pemerintah kolonial Belanda memutuskan untuk ikut membangun infrastruktur kereta api sendiri. Melalui perusahaan kereta api milik negara yang bernama Staatsspoorwegen (SS), pemerintah kolonial mendirikan stasiun baru yang posisinya berada di sebelah barat Stasiun Lempuyangan. Stasiun baru ini kemudian dikenal sebagai Stasiun Tugu atau Stasiun Yogyakarta. Stasiun Tugu mulai resmi beroperasi pada tahun 1887, melengkapi jaringan transportasi rel di Yogyakarta dan menjadi pesaing stasiun swasta yang sudah ada sebelumnya.

Baca Juga

KPK Tegaskan Pemanggilan Raja Juli Antoni Tergantung Kebutuhan Penyidikan, Bukan Desakan Publik

KPK Tegaskan Pemanggilan Raja Juli Antoni Tergantung Kebutuhan Penyidikan, Bukan Desakan Publik

Hingga saat ini, kedua stasiun yang hampir menempel ini masih aktif beroperasi dan memiliki pembagian peran yang berbeda dalam melayani masyarakat. Stasiun Tugu, yang menggunakan kode pemesanan YK atau Yogyakarta, difokuskan untuk melayani perjalanan kereta api kelas eksekutif dan kelas bisnis. Di sisi lain, Stasiun Lempuyangan, dengan kode pemesanan LPN atau Lempuyangan, dialokasikan untuk melayani perjalanan kereta api kelas ekonomi serta kereta komuter. Dengan pembagian fungsi tersebut, kedua stasiun warisan sejarah ini tetap bersinergi menyokong mobilitas warga dan wisatawan di Yogyakarta.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

sejarahYogyakartaKereta ApiStasiun TuguStasiun Lempuyangan

Berita Terbaru Lainnya

Masa Depan dan Peta Persaingan Bisnis Kecantikan di Era Beauty TechInvestor Bintang Hilang Kendali Dana Rp 730 T, Taruhan AI Berujung PetakaSMBC Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,4 Triliun pada Semester I-2026Memahami Pengawasan Melekat dalam Pemeriksaan Kasat Narkoba Polres Tangerang SelatanKPK Tegaskan Pemanggilan Raja Juli Antoni Tergantung Kebutuhan Penyidikan, Bukan Desakan PublikRencana Upacara HUT ke-81 RI oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta dan Rangkaian AcaranyaJumlah Manajer Melimpah, Mengapa Operasional Koperasi Desa Merah Putih Masih Minim?Prabowo Minta Semua Elite Bersatu, Dari Politik hingga Seni

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap