Pelestarian warisan budaya leluhur kembali menjadi momentum penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah. Salah satu tradisi yang hingga saat ini terus dijaga dengan konsisten adalah Grebeg Ageng Andum Apem Yaa Qawiyyu Eyang Kiai Ageng Gribig yang diselenggarakan di Jatinom, Kabupaten Klaten. Puncak acara tradisi tahunan ini berlangsung pada hari Jumat, 31 Juli 2026, dan berhasil menarik perhatian besar dari masyarakat luas.
Dalam puncak perayaan Grebeg Saparan tahun ini, panitia mengusung tema resmi yaitu Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti. Kegiatan budaya ini diselenggarakan untuk mengenang jasa serta keteladanan Kiai Ageng Gribig, atau yang dikenal pula dengan nama Syekh Wasibagno Timur. Tokoh legendaris ini merupakan seorang ulama besar penyebar agama Islam di wilayah tersebut yang juga merupakan keturunan langsung dari Raja Majapahit, Brawijaya V. Melalui perayaan ini, nilai-nilai luhur ajaran beliau terus diwariskan kepada generasi penerus.
Kemeriahan acara ini terlihat dari antusiasme masyarakat yang sangat tinggi. Berdasarkan estimasi di lapangan, terdapat sekitar 50.000 orang yang memadati lokasi puncak acara di Jatinom. Kehadiran massa yang begitu besar ini tidak hanya menghidupkan suasana tradisi, tetapi juga memberikan dampak positif langsung bagi perputaran roda perekonomian para pedagang dan pelaku usaha lokal di sekitar wilayah Klaten.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, turut hadir secara langsung untuk menyaksikan jalannya puncak acara budaya tersebut. Kehadiran Menko Airlangga didampingi oleh beberapa pejabat penting, antara lain Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto, serta Wakil Ketua BKSAP DPR RI Ravindra Airlangga. Kehadiran jajaran pejabat ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung kelestarian adat istiadat setempat sekaligus memantau potensi ekonomi kreatif berbasis budaya.
Di sela-sela menghadiri tradisi keagamaan dan budaya tersebut, Menko Airlangga Hartarto juga memberikan pemaparan mengenai situasi perekonomian nasional saat ini. Airlangga menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun 2026 masih memiliki ketahanan yang kuat. Ia optimistis bahwa laju pertumbuhan ekonomi nasional pada periode tersebut masih mampu mencapai level di atas 5 persen.
Selain membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026, Menko Airlangga juga memberikan tanggapan terkait beberapa isu kebijakan penting lainnya. Mengenai pergantian kepemimpinan di bank sentral, Airlangga menyatakan bahwa terkait dengan sosok pengganti Gubernur Bank Indonesia (BI), dirinya menyerahkan wewenang keputusan tersebut sepenuhnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Airlangga juga memaparkan kebijakan perdagangan internasional Indonesia, khususnya terkait aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Ia menyebutkan bahwa terdapat empat negara yang mendapatkan pengecualian dari aturan DHE SDA tersebut, yaitu Amerika Serikat (AS), Tiongkok (China), Kanada, dan Australia.
Lebih lanjut, dalam menyikapi perkembangan teknologi global, khususnya kecerdasan buatan (AI), Airlangga menegaskan posisi strategis Indonesia. Ia menyatakan bahwa Indonesia memilih untuk bersikap netral dan tidak memihak kepada China maupun Amerika Serikat dalam hal pengembangan AI. Sikap netral ini dibuktikan dengan bergabungnya Indonesia ke dalam organisasi WAICO dan Pax Silica. Hal ini menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap menjalin kerja sama yang berimbang dengan berbagai kekuatan teknologi dunia demi kepentingan nasional.






