Kasus pencurian dengan kerugian besar melanda lembaga pendidikan di Mojokerto. Uang operasional senilai lebih dari Rp 1 miliar dilaporkan raib digondol komplotan pencuri yang membobol brankas milik Universitas KH Abdul Chalim. Peristiwa pembobolan brankas yang menyimpan dana operasional kampus tersebut terjadi di wilayah Desa Bendunganjati, Mojokerto. Kejadian ini langsung memicu perhatian publik mengingat jumlah dana yang digondol pelaku tergolong sangat besar untuk ukuran dana operasional perguruan tinggi setempat.
Aksi kejahatan komplotan maling ini tergolong cepat dan terencana. Berdasarkan data yang dihimpun, proses pembobolan brankas di Universitas KH Abdul Chalim tersebut diperkirakan hanya berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu (22/7) dini hari, dengan rentang waktu kejadian terpantau mulai sekitar pukul 03.18 WIB hingga berakhir pada pukul 03.48 WIB. Dalam durasi setengah jam itu, para pelaku berhasil membongkar tempat penyimpanan uang dan membawa kabur seluruh isinya tanpa terdeteksi secara langsung oleh petugas keamanan pada saat kejadian berlangsung.
Kepala Desa Bendunganjati, Dadang Saifudin, memberikan keterangan mengenai jalur yang diduga digunakan oleh para pelaku untuk menyusup ke dalam area kampus. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, komplotan pencuri tersebut diduga kuat masuk ke kompleks Universitas KH Abdul Chalim dengan melewati area sekolah MTs Unggulan Hikmatul Amanah, yang sering dikenal dengan sebutan Hikam. Lembaga pendidikan jenjang sekolah menengah pertama (SMP) ini berlokasi persis di sebelah utara kawasan Universitas KH Abdul Chalim, sehingga memudahkan akses masuk para pelaku ke sasaran utama mereka.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Dugaan mengenai rute masuk para pelaku diperkuat oleh bukti dari kamera pengawas. Para pelaku sempat terekam oleh kamera CCTV yang terpasang dan menyorot ke arah lapangan Hikam. Berdasarkan rekaman video pengawas tersebut, terlihat jelas bahwa komplotan pelaku menggunakan penutup wajah untuk menghindari identifikasi. Penggunaan penutup wajah ini mengindikasikan bahwa aksi pembobolan tersebut telah direncanakan dengan matang demi meminimalkan kemungkinan wajah mereka dikenali oleh pihak keamanan maupun penyidik kepolisian.
Kasus pencurian dengan nilai kerugian fantastis ini segera dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat agar dapat ditindaklanjuti secara hukum. Menanggapi laporan tersebut, aparat kepolisian langsung mengambil langkah cepat dengan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah olah TKP ini dilakukan guna mencari sidik jari, alat yang digunakan pelaku, serta petunjuk fisik lainnya yang tertinggal di sekitar brankas yang dibobol.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Selain melakukan olah TKP di area universitas, kepolisian juga mengamankan dan memeriksa secara mendalam rekaman CCTV yang diperoleh dari lapangan Hikam serta area sekitar kampus. Guna melengkapi berkas penyelidikan dan menggali informasi lebih detail, polisi telah memeriksa dan meminta keterangan dari beberapa pegawai Universitas KH Abdul Chalim. Pemeriksaan saksi-saksi dari kalangan internal kampus ini diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai pola aktivitas di area penyimpanan brankas sebelum terjadinya aksi pembobolan pada Rabu dini hari tersebut. Hingga saat ini, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas dan menangkap komplotan pelaku pembobolan.






