Lurah Paya Pasir di Kota Medan, Sumatera Utara, Syerly, akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada publik setelah video dirinya yang dinilai mengejek keluhan warga menjadi viral di media sosial. Insiden tersebut memicu reaksi keras dari netizen yang mendesak agar sang lurah segera dicopot dari jabatannya. Kejadian ini berlangsung di sela-sela kunjungan Wali Kota Medan, Rico Waas, yang tengah meninjau proyek perbaikan jalan di kawasan tersebut.
Peristiwa bermula saat seorang warga bernama Ulfa menyampaikan keluhannya secara langsung kepada Wali Kota Rico Waas mengenai kondisi keamanan di Jalan Paya Pasir. Warga tersebut mengungkapkan kekhawatirannya terkait minimnya lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang membuat kawasan itu menjadi gelap gulita pada malam hari dan rawan terhadap aksi kriminalitas, khususnya begal. Dalam keluhannya, warga tersebut bahkan mengaku harus merogoh kocek pribadi untuk memasang empat tiang lampu secara mandiri demi menerangi jalan di sekitar tempat tinggalnya.
Namun, respons yang diberikan oleh Syerly selaku Lurah Paya Pasir justru memicu kontroversi. Berdiri tepat di samping Wali Kota Rico Waas, Syerly menimpali keluhan warga tersebut dengan tertawa sembari melontarkan kalimat, 'Cie curhat dia.' Ucapan dan sikap sang lurah yang terekam dalam video tersebut kemudian tersebar luas di jagat maya, hingga menuai kritik tajam dari masyarakat yang menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan oleh seorang pelayan publik.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Syerly memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maafnya. Ia berdalih bahwa ucapan tersebut keluar secara spontan karena dirinya merasa memiliki hubungan yang sangat dekat serta sudah lama mengenal warga yang bersangkutan. Menurut Syerly, ia dan Ulfa bahkan masih memiliki hubungan kekeluargaan, sehingga mereka sering bercanda dalam kehidupan sehari-hari. Syerly menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat untuk mengejek aspirasi atau keluhan yang disampaikan oleh warganya tersebut.
Terkait substansi keluhan mengenai lampu jalan, Syerly menjelaskan bahwa pihak Kelurahan Paya Pasir sebenarnya tidak tinggal diam. Ia mengklaim bahwa aspirasi warga mengenai kebutuhan lampu penerangan di Jalan Paya Pasir telah diteruskan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan sejak tahun lalu. Meski demikian, klarifikasi tersebut tidak serta-merta meredakan sorotan publik terhadap perilakunya saat mendampingi Wali Kota.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Buntut dari kejadian viral ini, Syerly membenarkan bahwa dirinya telah dipanggil oleh Inspektorat Kota Medan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara itu, desakan dari warganet agar Wali Kota Medan mengambil tindakan tegas berupa pemecatan terhadap Syerly terus mengalir. Menanggapi desakan tersebut, Wali Kota Medan Rico Waas menyatakan bahwa dirinya belum bisa mengambil keputusan terburu-buru mengenai nasib jabatan Syerly. Rico menegaskan bahwa segala keputusan atau sanksi yang akan dijatuhkan sepenuhnya bergantung pada hasil pemeriksaan yang saat ini masih berjalan di Inspektorat Kota Medan.






