apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Pendidikan

LPDP Jakarta atau Pembenahan Sekolah, Mana yang Lebih Mendesak bagi Anggaran Pendidikan Ibu Kota?

Agus CahyonoDiterbitkan 29 Jul 2026 - 08.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
LPDP Jakarta atau Pembenahan Sekolah, Mana yang Lebih Mendesak bagi Anggaran Pendidikan Ibu Kota?
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meluncurkan program beasiswa LPDP Jakarta menuai perhatian publik. Pemprov DKI Jakarta dilaporkan tengah menggodok alokasi anggaran yang cukup besar, yakni hampir Rp100 miliar鈥攁tau tepatnya sekitar Rp99,9 miliar dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Skema beasiswa ini dirancang khusus untuk membiayai pendidikan tingkat magister (S2) dan doktor (S3) di luar negeri, yang direncanakan akan mulai berjalan pada tahun 2027 mendatang.

Pada rancangan awal, program beasiswa ini diproyeksikan untuk menyasar 100 penerima, dengan rincian 70 mahasiswa S2 dan 30 mahasiswa S3. Namun, rencana tersebut belakangan mengalami penyesuaian target. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa estimasi kebutuhan pembiayaan untuk satu orang penerima beasiswa diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar. Akibat tingginya biaya tersebut, Pramono Anung mengonfirmasi bahwa rencana jumlah penerima disesuaikan menjadi berkisar antara 50 hingga 75 anak saja, bukan 100 orang.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Terkait negara tujuan, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, tengah membahas kerja sama dengan LPDP Pusat. Beberapa negara yang masuk dalam daftar pembahasan sebagai destinasi belajar para penerima beasiswa ini meliputi Amerika Serikat, Australia, Belanda, Inggris, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Prancis, Singapura, Tiongkok, dan Rusia. Meskipun program ini menawarkan peluang peningkatan kapasitas akademik tingkat tinggi, alokasi dana yang besar ini memicu diskusi mengenai prioritas anggaran pendidikan di Jakarta, terutama ketika masih banyak persoalan pendidikan dasar yang belum terselesaikan.

Baca Juga

Staf Ahli Menkum Tegaskan Kegagalan Usaha Kopdes Merah Putih Tidak Otomatis Masuk Ranah Korupsi

Staf Ahli Menkum Tegaskan Kegagalan Usaha Kopdes Merah Putih Tidak Otomatis Masuk Ranah Korupsi

Salah satu isu krusial yang membayangi kebijakan ini adalah tingginya angka anak tidak sekolah (ATS) di wilayah Jakarta. Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam periode 30 hari terakhir hingga 28 Juli 2026, tercatat ada sebanyak 94.762 anak tidak sekolah di DKI Jakarta. Dari total angka tersebut, sebanyak 47.318 anak tercatat belum pernah merasakan bangku sekolah sama sekali. Sementara itu, sebanyak 28.651 anak mengalami putus sekolah (drop out), dan 18.793 anak lainnya dinyatakan lulus namun tidak melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang berikutnya.

Selain masalah anak tidak sekolah, Pemprov DKI Jakarta juga dihadapkan pada tantangan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Saat ini, pemerintah daerah telah menambah target jumlah sekolah yang akan direnovasi dari yang awalnya hanya tujuh sekolah menjadi sebelas sekolah. Akibat proses renovasi gedung ini, sejumlah kegiatan belajar mengajar harus dipindahkan sementara. Salah satu contohnya adalah para siswa SD Negeri 09 Kebayoran Lama yang terpaksa menumpang belajar sementara waktu di gedung SD Negeri 11. Kondisi infrastruktur sekolah ini menjadi perhatian serius dari jajaran Komisi E DPRD DKI Jakarta, yang di antaranya diisi oleh Ketua Komisi E M. Subki, Sekretaris Komisi E Justin Adrian, serta anggota Komisi E Astrid Khairunisha.

Baca Juga

Misteri Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur, Tangan Terborgol dan Dugaan Keterlibatan Geng Motor

Misteri Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur, Tangan Terborgol dan Dugaan Keterlibatan Geng Motor

Menanggapi perdebatan mengenai urgensi alokasi anggaran ini, Peneliti Senior Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS), Deni Friawan, memberikan pandangannya. Menurut Deni, apabila program beasiswa luar negeri ini tetap dijalankan, Pemprov DKI Jakarta sebaiknya memprioritaskan bidang-bidang studi yang berdampak langsung pada penyelesaian masalah perkotaan Jakarta. Ia mencontohkan beberapa program studi yang mendesak untuk diprioritaskan, seperti pengelolaan tata ruang, transportasi dan logistik, kota cerdas (smart city), teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), pengelolaan sampah, hingga energi terbarukan. Dengan demikian, investasi besar yang dikeluarkan dari APBD diharapkan dapat kembali dalam bentuk solusi nyata bagi pembangunan Jakarta di masa depan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DPRD DKI JakartaLPDP JakartaPemprov DKI JakartaAPBD JakartaPendidikan Jakarta

Berita Terbaru Lainnya

Satgas PRR Perkuat Koordinasi Pemulihan Pascabencana dan Mitigasi di Wilayah AcehMengenal Kasus Whip Pink, Bagaimana Skema Penjualan Gas N2O Ilegal Raup Omzet Rp 5 Miliar per Bulan?Mengapa Banyak Daerah Kesulitan Bayar Gaji PPPK? Ini Langkah Antisipasi dari KemendagriModus 'Buy 5 Get 1 Free' via WhatsApp, Bareskrim Bongkar Peredaran Gas Whip-Pink di JakartaBGN Temukan 414 SPPG Bermasalah, Ratusan Miliar Rupiah Dikembalikan ke Kas NegaraKPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Jadi Operasi Tangkap Tanggan Ke-18 di Tahun 2026Mengapa Pemkab Tapin Belajar Tata Kelola Pangan dan Ketahanan Ekonomi ke Badung?Pemprov Sumut Dukung Penuh Gerakan Penghijauan HKBP Lewat Minggu Ekologi

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap