Sebuah ledakan dahsyat mengguncang area pertambangan batu bara di Provinsi Balochistan, Pakistan, pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Peristiwa mematikan ini mengakibatkan duka mendalam dengan menewaskan sedikitnya 11 orang pekerja tambang. Selain korban meninggal dunia yang telah dikonfirmasi oleh pihak berwenang, puluhan pekerja tambang lainnya dilaporkan masih terjebak di bawah tanah dan belum berhasil diselamatkan hingga kini.
Berdasarkan informasi dari otoritas setempat, ledakan tersebut terjadi di kawasan Sorange. Wilayah Sorange sendiri merupakan sebuah daerah terpencil yang terletak tidak jauh dari Quetta, yang merupakan ibu kota dari Provinsi Balochistan. Pihak berwenang menduga bahwa penyebab utama dari ledakan hebat ini dipicu oleh akumulasi atau penumpukan gas metana di dalam lorong-lorong tambang bawah tanah tersebut. Akumulasi gas metana yang tidak terdeteksi dengan cepat dapat dengan mudah memicu ledakan besar ketika terkena percikan api.








