Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga kerja nasional agar mampu bersaing di pasar kerja yang semakin dinamis. Langkah strategis ini ditegaskan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yasserlie saat berada di Makassar pada Selasa (4/8). Dalam kesempatan tersebut, Yasserlie memaparkan rencana besar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang menargetkan ratusan ribu peserta untuk masuk ke dalam program pelatihan vokasi serta program magang nasional. Dua program ini menjadi pilar utama pemerintah dalam menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja terampil di tanah air.
Fokus pertama yang menjadi perhatian Kemenaker adalah penguatan kompetensi melalui pelatihan vokasi. Hingga saat ini, pemerintah mencatat telah berhasil memberikan pelatihan kepada sekitar 70.000 orang. Namun, angka tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar yang besar. Oleh karena itu, Kemenaker menetapkan target baru yang jauh lebih besar, yaitu menjaring 270.000 peserta pelatihan vokasi tambahan. Penambahan jumlah peserta ini tidak hanya berpusat di tingkat nasional, melainkan akan disebarkan ke berbagai wilayah guna memastikan pemerataan akses peningkatan keterampilan bagi masyarakat.








