apriniageosat.co.id
HomeNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Home/Politik

Laksamana AS Ingatkan Donald Trump Bahwa Serangan Udara ke Iran Sudah Tidak Efektif

Parlin SinagaPublished 28 Jul 2026 - 07.32 路 0 Reads
Bagikan WhatsAppX
Laksamana AS Ingatkan Donald Trump Bahwa Serangan Udara ke Iran Sudah Tidak Efektif
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kampanye militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah kini membentur dinding tebal setelah komandan tertinggi mereka memberikan penilaian yang mengejutkan. Laksamana Brad Cooper, selaku pimpinan Komando Pusat AS (CENTCOM), secara langsung memperingatkan Presiden Donald Trump bahwa gelombang serangan udara terhadap sasaran-sasaran Iran

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
di sekitar Selat Hormuz tidak lagi membawa hasil yang berarti. Rekomendasi militer ini menandai titik balik penting dalam konfrontasi bersenjata yang telah berlangsung sengit selama hampir dua pekan terakhir.

Berdasarkan laporan yang beredar, Laksamana Cooper menjelaskan bahwa inventarisasi target pemboman di wilayah selatan Iran pada dasarnya telah habis dihantam oleh kekuatan udara Amerika. Melanjutkan operasi serupa dinilai hanya akan membuang-buang sumber daya militer tanpa memberikan dampak strategis yang signifikan. Pihak CENTCOM menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mengubah keadaan di lapangan adalah dengan menaikkan eskalasi ke tingkat operasi tempur skala besar, sebuah opsi yang tentu membawa konsekuensi geopolitik yang jauh lebih berat bagi Washington.

Also Read

Kemensos dan BNPT Perkuat Pemulihan Sosial untuk Mantan Pengikut Paham Radikal

Kemensos dan BNPT Perkuat Pemulihan Sosial untuk Mantan Pengikut Paham Radikal

Merespons masukan dari jenderal tertingginya, Presiden Trump secara mendadak menghentikan kampanye pemboman yang telah berlangsung selama 13 hari pada hari Jumat lalu. Langkah penangguhan ini diambil di tengah upaya keras para mediator regional yang sedang berpacu dengan waktu untuk merumuskan kesepakatan gencatan senjata yang baru. Di sisi lain, isu logistik juga membayangi keputusan ini. Sejumlah laporan media di Amerika Serikat menyebutkan adanya kekhawatiran dari pihak Gedung Putih mengenai menipisnya stok rudal pencegat yang krusial untuk menangkis serangan balasan drone dan rudal Iran ke pangkalan militer AS. Meski demikian, Trump membantah keras klaim yang menyebut pasukannya mulai kehabisan amunisi.

Meskipun AS telah menggempur berbagai infrastruktur pelabuhan dan instalasi militer di Iran selatan, Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran minyak paling vital di dunia tetap lumpuh bagi lalu lintas komersial reguler. Blokade maritim yang diaktifkan kembali oleh AS awal bulan ini鈥攎enyusul serangan terhadap kapal-kapal tanker鈥攂elum mampu memulihkan keamanan navigasi. Ketegangan di jalur air ini kian nyata setelah sebuah kapal tanker dilaporkan meledak akibat menabrak ranjau laut pada hari Minggu, setelah menyimpang dari jalur aman yang ditentukan. Teheran sendiri sebelumnya telah memperingatkan bahwa semua kapal yang melintas wajib mematuhi rute khusus yang mereka tetapkan.

Also Read

Membatasi Transaksi Tunai Saja Tak Cukup Sembuhkan Kanker Politik Uang

Membatasi Transaksi Tunai Saja Tak Cukup Sembuhkan Kanker Politik Uang

Situasi saat ini menunjukkan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang pertama kali disepakati pada April lalu dan diperluas melalui nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni kini telah runtuh sepenuhnya. Pecahnya pertempuran terbaru dipicu oleh perbedaan tajam dalam menafsirkan isi MoU tersebut, yang awalnya dirancang untuk memberikan ruang bagi negosiasi program nuklir Iran. Teheran bersikeras memegang kendali penuh atas lalu lintas Selat Hormuz dan menolak rute navigasi versi Angkatan Laut AS. Dengan habisnya target pemboman dan kebuntuan diplomasi, Washington kini dihadapkan pada pilihan sulit antara mundur perlahan atau terseret ke dalam perang terbuka yang lebih luas.

Follow apriniageosat.co.id

Add to preferred sources on Google

Topik Terkait

Donald TrumpIranAmerika SerikatSelat Hormuzkonflik Timur TengahMiliter

Berita Terbaru Lainnya

Pameran Canvas of Dreams 2026 Menjadi Wadah Ekspresi dan Harapan Anak BangsaAsa Baru Penjual Nasi Uduk Menteng Setelah Gerobaknya Hancur Akibat Bentrokan WargaKemensos dan BNPT Perkuat Pemulihan Sosial untuk Mantan Pengikut Paham RadikalUniversal Studios Singapore dan Oceanarium Jadi Destinasi Paling Diminati WisatawanMembatasi Transaksi Tunai Saja Tak Cukup Sembuhkan Kanker Politik UangMegawati Mengingatkan TNI dan Polri untuk Selalu Berdiri Bersama RakyatKepercayaan Publik Terhadap Presiden Prabowo Merosot Tajam Akibat Sengkarut Program UnggulanMegawati Resmikan Monumen Kudatuli dan Ingatkan Pentingnya Kesabaran Revolusioner

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

Pendidikan

Belajar dari Kasus Lubuk Pakam, Ini Prosedur Aman Aktivasi Rekening PIP

27 Jul 2026

馃敟

Popular

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap