Kabar duka menyelimuti proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, dilaporkan berpulang secara mendadak pada Sabtu (25/7). Kepergian sosok yang menjadi corong informasi bagi proyek raksasa negara ini mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga dekatnya. Sang putra sulung, Romeo Matthew Pantouw, mengungkapkan bahwa ayahnya tidak memiliki riwayat penyakit kronis yang patut dikhawatirkan sebelum peristiwa menyedihkan ini terjadi.
Hanya beberapa jam sebelum mengembuskan napas terakhir, Troy masih sempat berinteraksi hangat dengan keluarganya. Melalui sambungan panggilan video bersama pada malam hari sebelum kepergiannya, Troy dan keluarga berkumpul dalam doa. Menurut penuturan Romeo, dalam percakapan tersebut sang ayah terdengar bugar dan berkomunikasi dengan sangat lancar tanpa menunjukkan gejala sakit yang berarti. Satu-satunya keluhan fisik yang sempat disampaikan mendiang dalam beberapa hari terakhir hanyalah gejala ringan seperti flu dan badan yang terasa meriang.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Kecurigaan mulai muncul pada Sabtu pagi ketika Troy yang dijadwalkan menghadiri sebuah agenda penting di kawasan IKN tidak kunjung menampakkan diri. Sopir pribadi yang bertugas mengantarnya sudah bersiap sejak pagi hari. Namun, hingga waktu menunjukkan pukul 11.00 hingga 12.00 WITA, pintu kamar Troy tetap tertutup rapat. Khawatir dengan situasi tersebut, sang sopir berinisiatif menghubungi keluarga Troy di Jakarta melalui panggilan video guna mendiskusikan langkah selanjutnya.
Upaya untuk membuka pintu kamar menggunakan kode akses elektronik berulang kali menemui kegagalan. Keluarga akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan petugas pemadam kebakaran setempat guna mendobrak pintu secara paksa. Setelah pintu berhasil terbuka, Troy ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas tempat tidurnya. Tubuhnya segera dilarikan ke Rumah Sakit Hermina yang berlokasi di kawasan IKN, namun pihak medis menyatakan bahwa Troy telah meninggal dunia. Romeo menjelaskan bahwa meskipun penyebab pasti kematian belum diketahui secara mendetail, pihak keluarga meyakini ayahnya wafat karena sebab alamiah karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik atau kekurangan oksigen pada jenazah.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Dalam menghadapi situasi sulit ini, pihak keluarga menyatakan kepasrahan dan kepercayaan penuh kepada aparat kepolisian serta TNI yang telah membantu proses penanganan di lapangan. Saat ini, persemayaman jenazah dilakukan di Rumah Duka dan Krematorium Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Upacara penyerahan jenazah secara kedinasan dari Kepala Otorita IKN kepada pihak keluarga dijadwalkan berlangsung pada Senin (27/7), sebelum mendiang Troy Pantouw diantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.






