apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Krisis Air Bersih Mengancam 14 Ribu Warga Kota Cirebon Akibat Kemarau

Andi TobanDiterbitkan 4 Agu 2026 - 22.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Krisis Air Bersih Mengancam 14 Ribu Warga Kota Cirebon Akibat Kemarau
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Pemerintah Kota Cirebon resmi menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran lahan melalui Keputusan Wali Kota Nomor 179 Tahun 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang mengancam sekitar 14.000 warga Kota Cirebon dengan krisis air bersih setiap tahunnya. Berdasarkan keputusan tersebut, status siaga darurat ini akan berlaku hingga tanggal 30 September 2026 mendatang.

Lokus siaga bencana kekeringan di wilayah Kota Cirebon difokuskan pada lima kecamatan, yaitu Kecamatan Harjamukti, Kecamatan Kesambi, Kecamatan Lemahwungkuk, Kecamatan Pekalipan, dan Kecamatan Kejaksan. Saat ini, warga di Kelurahan Argasunya dan Kelurahan Kalijaga sudah mulai kembali mengandalkan bantuan air bersih untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Kedua kelurahan tersebut berada di dataran tinggi, sehingga masyarakat kesulitan mengakses air bersih, baik dari sumur artesis maupun sumber air lainnya.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Arief Adhitya Firmansyah, menjelaskan bahwa indikator kekeringan di wilayah tersebut sudah mulai terlihat. Beberapa indikator utamanya adalah mengeringnya sumur-sumur air milik warga setempat, serta adanya surat permohonan bantuan air bersih yang dikirimkan oleh warga kepada pihak BPBD.

Baca Juga

Kebakaran Hutan di Blok Bantengan, Tiga Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup Sementara

Kebakaran Hutan di Blok Bantengan, Tiga Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup Sementara

Secara historis, dampak kekeringan tahunan di wilayah ini bervariasi. Di Kelurahan Argasunya, biasanya terdapat sekitar 13.322 jiwa di 5 RW yang terdampak kekeringan. Sementara itu, di Kelurahan Kalijaga, kekeringan biasanya berdampak pada 528 jiwa di 1 RW. Wilayah-wilayah ini mengalami kekeringan terparah pada tahun 2023 dan 2024 lalu. Pada saat kekeringan tahun 2023, BPBD mendistribusikan sebanyak 342.000 liter air di satu wilayah untuk membantu 13.322 jiwa warga yang terdampak. Sedangkan pada tahun 2024, kekeringan meluas tidak hanya di 5 RW Kelurahan Argasunya saja, melainkan juga berdampak pada 3.924 jiwa di Kelurahan Argasunya dan 528 jiwa di Kelurahan Kalijaga.

Krisis air bersih ini kian diperparah oleh kenyataan bahwa masih banyak warga yang belum mendapatkan akses air bersih dari PDAM. Sebagai contoh, di RT 05 RW 08 Cadas Ngampar, Kelurahan Argasunya, terdapat kurang lebih 3.000 kepala keluarga (KK) yang kebutuhan air bersihnya harus dipenuhi. Namun, dari 3.000 KK tersebut, hanya sekitar 90 KK yang sudah memiliki aliran air bersih yang tersalur melalui pipa sendiri ke rumah masing-masing.

Baca Juga

Rincian Statistik Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026, Mengapa Garuda Kalah Kelas

Rincian Statistik Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026, Mengapa Garuda Kalah Kelas

Menanggapi situasi ini, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyampaikan bahwa pemerintah kota telah mendistribusikan bantuan air bersih kurang lebih sebanyak 8.000 liter untuk RT 05 RW 08 Cadas Ngampar. Di wilayah Cadas Ngampar sendiri sebenarnya terdapat penampungan air berkapasitas sekitar 15.000 liter yang seharusnya diisi ulang setiap minggunya untuk membantu mencukupi kebutuhan warga.

Di lokasi lain, yaitu di RW 08 Kampung Kopiluhur, warga menghadapi kendala infrastruktur. Ketua RW 08 Kampung Kopiluhur, Khaerudin, menyebutkan bahwa warga di kawasannya membutuhkan penggantian pipa paralon untuk memaksimalkan distribusi air. Pipa paralon yang ada saat ini berukuran kecil sehingga membuat aliran air yang mengalir juga kecil. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, sebagian besar warga di RW 08 Kampung Kopiluhur masih mengandalkan air dari sumur bor maupun sumur gali. Bahkan, di titik tertentu seperti kawasan Maja Pasir RT 05, air sumur milik warga memiliki karakteristik terasa asin. Meskipun demikian, warga setempat terpaksa tetap menggunakan air sumur asin tersebut untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kekeringankrisis air bersihKota CirebonBPBD Kota Cirebon

Berita Terbaru Lainnya

Kebakaran Hutan di Blok Bantengan, Tiga Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup SementaraBom Bunuh Diri Meledak di Tengah Aksi Demo Damai Pakistan, 14 Orang TewasTok! Negara Dekat RI Ini Resmi Ganti Nama, Ini Nama BarunyaWabah Parasit Cyclospora Meluas di Amerika Serikat, Dua Warga Michigan Dilaporkan Meninggal DuniaRincian Statistik Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026, Mengapa Garuda Kalah KelasPemkot Bandung Usut Dugaan Keterlibatan ASN dan Swasta dalam Penebangan Pohon Ilegal di Jalan RiauLPSK Kaji Permohonan Perlindungan Saksi Ferry Hongkiriwang dalam Perkara Febrie AdriansyahMarak OTT Kepala Daerah, Golkar Soroti Lemahnya Pendidikan Politik dan Tingginya Ongkos Kontestasi

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap