Bagaimana nasib ratusan penumpang KMP Mutiara Sentosa II saat kapal yang mereka tumpangi terbakar di tengah laut, sementara fasilitas keselamatan darurat seperti sekoci diduga kuat tidak tersedia? Pertanyaan krusial ini mengemuka menyusul insiden kebakaran yang menimpa kapal tersebut di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (2/8). Dugaan ketiadaan perahu penyelamat ini menjadi sorotan utama dalam proses penyelamatan para korban.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan adanya dugaan kuat bahwa kapal tersebut tidak memiliki sekoci atau perahu karet penyelamat saat peristiwa terjadi. Kecurigaan ini didasari oleh laporan tim SAR di lapangan yang tidak menemukan adanya sekoci maupun perahu karet, baik di sekitar lokasi kebakaran maupun di sekeliling badan kapal鈥攎ulai dari sisi kanan, kiri, depan, hingga belakang KMP Mutiara Sentosa II. Keterangan tersebut disampaikan Syafii saat ditemui di posko terpadu yang didirikan di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Senin (3/8).
Akibat tidak adanya sekoci penyelamat tersebut, para penumpang dan awak kapal terpaksa mengambil keputusan ekstrem demi bertahan hidup. Mereka harus melompat langsung ke laut lepas hanya dengan mengandalkan rompi pelampung sebagai alat pelindung diri. Basarnas mencatat bahwa hampir seluruh korban yang berhasil dievakuasi, baik yang ditemukan dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia, semuanya dalam keadaan mengenakan rompi pelampung.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

KMP Mutiara Sentosa II merupakan kapal penumpang yang melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Makassar. Saat kebakaran melanda, kapal ini mengangkut sekitar 250 orang penumpang. Kronologi pelaporan kejadian bermula ketika petugas siaga Kantor SAR Surabaya menerima informasi awal mengenai kebakaran kapal dari pihak Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Hanya berselang satu menit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal memberikan konfirmasi resmi mengenai musibah tersebut kepada petugas siaga.
Sebelum komunikasi terputus sepenuhnya, nakhoda kapal sempat melaporkan bahwa kebakaran terjadi di ujung utara Madura pada rentang waktu antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah laporan singkat tersebut, nakhoda tidak dapat dihubungi kembali. Guna memastikan posisi terakhir kapal, Kantor SAR Surabaya segera berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.30 WIB. Langkah pencarian dilanjutkan oleh Pos SAR Sumenep yang berkoordinasi dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget pada pukul 09.00 WIB. Melalui komunikasi SROP dengan Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi pada pukul 09.45 WIB, posisi KMP Mutiara Sentosa II akhirnya terkonfirmasi berada di koordinat 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Hingga Senin (3/8) pukul 08.40 WIB, data mencatat sebanyak 234 penumpang telah terdata. Dari jumlah tersebut, sebanyak 229 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang lainnya dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, keberadaan fisik KMP Mutiara Sentosa II sendiri hingga kini masih belum bisa dipastikan secara mutlak. Ketika tim SAR kembali ke lokasi kejadian, kapal tersebut sudah tidak terlihat lagi di posisinya semula. Pihak Basarnas belum menyatakan kapal tersebut hilang secara resmi, mengingat adanya kemungkinan kapal telah bergeser akibat terbawa oleh arus laut.






