apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Kisah Sudono Salim, Rutin ke Gunung Kawi Sebelum Ambil Keputusan Bisnis Besar

Parlin SinagaDiterbitkan 8 Agu 2026 - 17.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kisah Sudono Salim, Rutin ke Gunung Kawi Sebelum Ambil Keputusan Bisnis Besar
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Keputusan strategis dalam dunia bisnis sering kali lahir dari pertimbangan yang tidak biasa. Bagi pendiri Salim Group, Sudono Salim atau Liem Sioe Liong, keberhasilan membangun salah satu imperium bisnis terbesar di Indonesia tidak terlepas dari keyakinan spiritual dan petunjuk yang diperoleh dari Gunung Kawi. Langkah ini turut memengaruhi keputusan besar, termasuk saat ia memilih mitra untuk membesarkan Bank Central Asia (BCA).

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
Perjalanan salah satu bank swasta terbesar di Indonesia ini bermula dari sebuah pertemuan tidak sengaja di udara pada tahun 1975. Saat itu, Sudono Salim berada dalam satu penerbangan menuju Hong Kong bersama tokoh perbankan
Mochtar Riady
. Di tengah perjalanan tersebut, Mochtar Riady mengutarakan impian serta ambisinya untuk mendirikan sebuah bank baru.

Pernyataan Mochtar tersebut rupanya disambut baik oleh Sudono Salim. Di sisi lain, Sudono Salim saat itu memang tengah mencari sosok profesional untuk mengelola tiga bank miliknya, yaitu Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan BCA. Kemitraan ini kemudian terjalin dan membawa dampak besar bagi industri perbankan nasional. Di bawah pengelolaan Mochtar Riady serta dukungan modal dan jaringan luas dari Sudono Salim, BCA yang semula berskala kecil berhasil ditata ulang hingga tumbuh pesat menjadi salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.

Namun, di balik kesepakatan bisnis tersebut, terdapat kisah unik mengenai proses pengambilan keputusan Sudono Salim. Langkahnya untuk bermitra dengan Mochtar Riady ternyata dipengaruhi oleh petunjuk dari seorang peramal. Sebelum memantapkan pilihan, Salim terlebih dahulu mencari petunjuk spiritual di Gunung Kawi.

Baca Juga

Pemerintah Evaluasi Buku Pelajaran SD-SMA, Bandingkan Kualitas dengan Negara Tetangga

Pemerintah Evaluasi Buku Pelajaran SD-SMA, Bandingkan Kualitas dengan Negara Tetangga

Merujuk pada buku "Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto (2016)" karya Richard Borsuk dan Nancy Chng, Salim sempat menyatakan sebuah ungkapan sekembalinya dari tempat tersebut. Dengan keyakinan penuh, ia menyebut bahwa dirinya akan menjadi "Tang Sheng untuk Mochtar" setelah kembali dari menemui peramal di Gunung Kawi.

Bagi Sudono Salim, perjalanan ke Gunung Kawi bukanlah aktivitas yang jarang dilakukan. Ia diketahui rutin melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Gunung Kawi sebanyak tiga hingga lima kali dalam setahun. Perjalanan darat tersebut memakan waktu sekitar tiga jam. Setiap kali berkunjung ke sana, Salim biasanya memilih untuk tinggal di sebuah kuil Tionghoa yang terletak di kawasan tersebut.

Ritual ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap keputusan bisnis berskala besar yang akan diambilnya. Sebelum memulai sebuah proyek besar, Salim selalu menyempatkan diri meminta petunjuk kepada peramal dan menjalankan serangkaian ritual. Salah satu metode ramalan yang kerap ia gunakan adalah dengan menggoyang-goyangkan tabung bambu yang berisi lidi-lidi bertuliskan tanda tertentu. Proses ini dilakukan hingga ada sebatang lidi yang terjatuh ke luar. Tulisan pada lidi yang terjatuh tersebut kemudian dibaca dan ditafsirkan maknanya oleh seorang rahib atau peramal.

Baca Juga

Cara Raditya Dika Memilih Pasta Gigi untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Cara Raditya Dika Memilih Pasta Gigi untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Keyakinan Salim terhadap ramalan juga terlihat pada tahun 1968, ketika ia bersama kelompok konglomerat yang dikenal sebagai Gang of Four bersiap memulai sebuah usaha patungan. Anggota dari kelompok Gang of Four ini meliputi Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad.

Dalam mempersiapkan kantor untuk usaha patungan tersebut, Salim menolak fasilitas mewah. Ia justru bersikeras untuk menggunakan sebuah ruangan sempit yang hanya dilengkapi dengan satu meja, satu telepon, dua kursi, dan sama sekali tidak memiliki pendingin udara. Pilihan yang tampak tidak biasa bagi para mitra bisnisnya itu diambil karena Salim meyakini bahwa lokasi tersebut memiliki feng shui yang sangat baik untuk keberlangsungan usaha mereka.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BCASudono SalimMochtar RiadyGunung KawiSalim Group

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Evaluasi Buku Pelajaran SD-SMA, Bandingkan Kualitas dengan Negara TetanggaAS Sempat Ancam Serang Iran, Negara Teluk Hadapi Ancaman Gelap GulitaCara Raditya Dika Memilih Pasta Gigi untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan MulutPresiden Prabowo Jajaki Calon Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti Masuk PertimbanganPeradi Profesional Perluas Akses Pendidikan Hukum Melalui Kolaborasi StrategisDigitalisasi Jadi Motor Pendorong Produktivitas Bank MandiriPT Freeport Indonesia Pastikan Smelter Manyar Gresik Mulai Produksi Katoda Tembaga September 2026InfraNexia Topang Konektivitas Wholesale Melalui Spin-Off Tahap Dua Telkom

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap