apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Nasional

Kisah Sudono Salim, Perjalanan Rutin ke Gunung Kawi dan Rahasia Spiritual di Balik Gurita Bisnisnya

Uria Anyi ApuiDiterbitkan 2 Agu 2026 - 12.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kisah Sudono Salim, Perjalanan Rutin ke Gunung Kawi dan Rahasia Spiritual di Balik Gurita Bisnisnya
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Perjalanan hidup Sudono Salim, atau yang juga dikenal dengan nama Liem Sioe Liong, sebagai salah satu konglomerat terkemuka di Indonesia menyimpan berbagai kisah menarik. Di balik kesuksesan gurita bisnisnya, terdapat sisi spiritual dan kepercayaan personal yang kuat yang kerap ia jalankan. Salah satu kebiasaan yang rutin ia lakukan adalah melakukan perjalanan spiritual ke kawasan Gunung Kawi di Jawa Timur untuk mencari petunjuk sebelum memulai proyek bisnis besar.

Sudono Salim diketahui secara rutin menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Gunung Kawi. Perjalanan yang memakan waktu sekitar tiga jam tersebut ia lakukan sebanyak tiga hingga lima kali dalam setahun. Setibanya di sana, ia biasanya berdiam diri di sebuah kuil Tionghoa. Sebelum memulai proyek bisnis berskala besar, Salim selalu menyempatkan diri untuk meminta petunjuk kepada peramal serta menjalankan sejumlah ritual tertentu di tempat tersebut.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Dalam proses mencari petunjuk tersebut, salah satu metode ramalan yang kerap digunakan oleh Salim adalah dengan menggoyang-goyangkan sebuah tabung bambu. Tabung bambu ini berisi lidi-lidi yang masing-masing memiliki tulisan tertentu. Salim akan menggoyang tabung tersebut hingga sebatang lidi terjatuh keluar. Tulisan yang tertera pada lidi yang jatuh itulah yang kemudian akan dibaca dan ditafsirkan oleh rahib atau peramal setempat untuk menentukan langkah bisnisnya.

Baca Juga

Kementerian PU Optimalkan Ribuan Sumur Bor dan Bendungan Guna Hadapi Kekeringan

Kementerian PU Optimalkan Ribuan Sumur Bor dan Bendungan Guna Hadapi Kekeringan

Kepercayaan terhadap petunjuk spiritual ini juga memengaruhi keputusan bisnis penting dalam hidup Salim, termasuk kemitraannya yang bersejarah dengan bankir Mochtar Riady. Pada tahun 1975, sebuah pertemuan yang tidak direncanakan terjadi antara Sudono Salim dan Mochtar Riady di dalam sebuah penerbangan menuju Hong Kong. Dalam percakapan di pesawat tersebut, Mochtar Riady mengungkapkan keinginannya untuk membangun sebuah bank baru. Di saat yang sama, Salim juga sedang mencari sosok yang dinilai mampu mengelola tiga bank miliknya, yaitu Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan Bank Central Asia (BCA).

Keputusan Salim untuk akhirnya bekerja sama dengan Mochtar Riady tidak diambil secara sembarangan, melainkan dipengaruhi oleh petunjuk dari seorang peramal. Setelah kembali dari perjalanannya menemui peramal di Gunung Kawi, Salim dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa dirinya akan menjadi "Tang Sheng" bagi Mochtar. Kemitraan ini terbukti membuahkan hasil yang luar biasa. Di bawah kepemimpinan Mochtar Riady, BCA berkembang pesat dan berhasil menjadi bank swasta terbesar di Indonesia sejak dekade 1980-an hingga saat ini.

Baca Juga

BGN Prioritaskan Beras Lokal untuk Program MBG, Pasokan Bulog Disiapkan Sebagai Cadangan

BGN Prioritaskan Beras Lokal untuk Program MBG, Pasokan Bulog Disiapkan Sebagai Cadangan

Jauh sebelum kemitraan dengan Mochtar Riady terjalin, kepekaan Salim terhadap aspek feng shui juga sudah terlihat jelas. Pada tahun 1968, Salim bersama dengan kelompok konglomerat yang dikenal sebagai "Gang of Four"鈥攜ang beranggotakan dirinya sendiri, Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad鈥攕edang bersiap untuk memulai sebuah usaha bersama.

Dalam masa persiapan tersebut, Salim bersikeras untuk menggunakan sebuah ruangan kerja yang sangat sempit. Ruangan yang dipilih Salim tersebut hanya dilengkapi dengan satu meja, satu telepon, dan dua kursi, serta tanpa dilengkapi pendingin udara (AC). Meskipun kondisinya sangat sederhana dan terbatas, Salim tetap bersikeras menggunakannya karena ia meyakini bahwa lokasi tersebut memiliki feng shui yang sangat baik untuk menunjang kelangsungan bisnis mereka.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BCASudono SalimMochtar RiadyGunung KawiGang of FourSejarah Bisnis

Berita Terbaru Lainnya

Panduan Mobil Listrik Mungil dan Murah di GIIAS 2026, Pilihan, Spesifikasi, dan HargaSiap-Siap Ada Negara Baru Dekat RI, Bougainville Targetkan Merdeka Penuh pada 2030Purbaya Janji APBN Dukung Penuh Sekolah Rakyat, Ucap Ini ke SiswaDugaan Praktik Mafia Beras Fortifikasi, Modus, Dampak Kerugian, dan Langkah Pengawasan PemerintahTRIV Perluas Ekosistem Bisnis dan Tingkatkan Literasi Aset DigitalKementerian PU Optimalkan Ribuan Sumur Bor dan Bendungan Guna Hadapi KekeringanBGN Prioritaskan Beras Lokal untuk Program MBG, Pasokan Bulog Disiapkan Sebagai CadanganMenjawab Tantangan Industri Sawit Berkelanjutan Lewat Ramuan Bibit Super

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap