Kawasan Monumen Nasional (Monas) yang terletak di Jakarta Pusat menjadi pusat pelaksanaan acara Zikir dan Doa Kebangsaan pada hari Sabtu, 1 Agustus. Kegiatan keagamaan yang sarat akan nilai-nilai nasionalisme ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting negara, salah satunya adalah Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani. Kehadiran pimpinan MPR tersebut menambah kekhidmatan acara menjelang saat-saat terakhir pelaksanaan kegiatan.
Acara Zikir dan Doa Kebangsaan ini dilaporkan telah berlangsung sejak waktu sore hari dan menarik perhatian masyarakat yang ingin ikut serta dalam doa bersama. Rangkaian kegiatan keagamaan ini akhirnya selesai dan ditutup pada malam hari, sekitar pukul 21.30 WIB. Ketua MPR Ahmad Muzani sendiri terpantau tiba di lokasi acara sekitar pukul 21.00 WIB untuk mengikuti bagian akhir dari jalannya zikir dan doa bersama tersebut.
Dalam penyampaian di penghujung acara, Ketua MPR Ahmad Muzani mengungkapkan sejumlah harapan penting yang ditujukan bagi seluruh rakyat Indonesia. Muzani secara khusus menyampaikan harapannya mengenai pentingnya menjaga keutuhan serta kesatuan bangsa Indonesia. Di tengah dinamika kehidupan berbangsa, ia menekankan agar nilai-nilai kebersamaan tetap dijunjung tinggi demi kebaikan bersama.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Selain menekankan masalah persatuan, Ahmad Muzani juga menyampaikan harapan mendalam agar bangsa Indonesia senantiasa dihindarkan dari segala bentuk perpecahan yang dapat merusak tatanan sosial. Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPR turut memanjatkan doa agar para pemimpin negara selalu berada di bawah perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan roda pemerintahan dan mengemban amanah rakyat.
Pada awalnya, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan untuk turut hadir secara langsung di tengah-tengah jamaah dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas ini. Kehadiran Presiden tentu menjadi hal yang dinantikan oleh para peserta. Namun, karena adanya agenda lain yang mendesak, rencana kehadiran Kepala Negara tersebut terpaksa dibatalkan.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan penjelasan resmi mengenai ketidakhadiran Kepala Negara tersebut. Nasaruddin Umar mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak dapat bergabung dalam acara zikir dan doa bersama kali ini karena harus menyelesaikan tugas kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan. Kendati demikian, Menteri Agama menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap mengirimkan salam hangat kepada seluruh hadirin yang berkumpul di Monas.
Sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara Zikir dan Doa Kebangsaan, para peserta dan tokoh yang hadir bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah lagu kebangsaan selesai dikumandangkan dengan khidmat, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu nasional Hari Merdeka. Nyanyian lagu-lagu patriotik ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan di kawasan Monas pada malam hari tersebut.






