apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Nasional

Ketika El Nino Menjadi Ujian Ketahanan Pangan Indonesia

Usat NgajiDiterbitkan 2 Agu 2026 - 18.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ketika El Nino Menjadi Ujian Ketahanan Pangan Indonesia
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Ancaman perubahan iklim ekstrem kembali membayangi sektor pertanian global, termasuk Indonesia. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature, terdapat proyeksi bahwa fenomena iklim El Nino pada tahun 2026 berpotensi menjadi salah satu yang paling kuat dalam kurun waktu sekitar 150 tahun terakhir. Proyeksi ini memicu kekhawatiran global mengenai dampaknya terhadap stabilitas pasokan pangan dunia, terutama di wilayah-wilayah yang secara geografis rentan terhadap perubahan pola cuaca ekstrem.

Menurut pandangan Anatoly Tikhonov, Direktur Center for International Agribusiness and Food Security di Presidential Academy (RANEPA) Rusia, dampak dari proyeksi El Nino ini tidak akan merata di seluruh dunia. Tikhonov mengidentifikasi bahwa kawasan Asia-Pasifik, Amerika Latin, dan Australia merupakan wilayah-wilayah yang paling rentan apabila proyeksi El Nino ekstrem tersebut benar-benar berkembang. Meskipun ancaman ini cukup serius, data hingga pertengahan tahun 2026 menunjukkan bahwa FAO Food Price Index belum mencatatkan perubahan harga pangan yang secara langsung mencerminkan dampak dari proyeksi El Nino tersebut. Namun, situasi ini tetap menuntut kewaspadaan tinggi dari negara-negara di kawasan yang terancam.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Di tingkat nasional, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah mengeluarkan peringatan dini. BMKG memperkirakan bahwa musim kemarau pada tahun 2026 akan berlangsung lebih kering di sejumlah wilayah di Indonesia. Kondisi kemarau yang lebih ekstrem ini secara langsung meningkatkan potensi terjadinya bencana kekeringan, serta memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan yang kerap melanda beberapa daerah saat musim kemarau tiba. Hal ini menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air.

Baca Juga

Investigasi Kebakaran Pasar Sepinggan Balikpapan, Bagaimana Tim Inafis Mengungkap Penyebab Bencana?

Investigasi Kebakaran Pasar Sepinggan Balikpapan, Bagaimana Tim Inafis Mengungkap Penyebab Bencana?

Menyikapi potensi krisis tersebut, Pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk mengantisipasi dampak buruk yang mungkin terjadi. Pada tanggal 28 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto memimpin sebuah rapat terbatas yang secara khusus membahas kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, rapat tersebut juga berfokus pada langkah-langkah pengamanan ketersediaan air bersih dan air irigasi untuk mendukung sektor pertanian nasional agar ketahanan pangan tetap terjaga di tengah ancaman kekeringan.

Sebagai langkah konkret di sektor pertanian, Kementerian Pertanian mengambil tindakan taktis. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan sebanyak 56.000 unit pompa air di berbagai wilayah. Langkah ini diwujudkan melalui program pompanisasi yang dirancang untuk menjaga pasokan air ke lahan-lahan pertanian yang terancam kekeringan. Program pompanisasi ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber air yang ada di sekitar lahan, mulai dari sungai, waduk, embung (kolam penampung air), hingga saluran irigasi yang masih memiliki debit air.

Baca Juga

Antisipasi Macet Doa Kebangsaan di Monas, 13 Kereta Api dari Gambir Berhenti di Jatinegara

Antisipasi Macet Doa Kebangsaan di Monas, 13 Kereta Api dari Gambir Berhenti di Jatinegara

Selain penyediaan infrastruktur fisik seperti pompa air, manajemen distribusi air di tingkat tapak juga menjadi kunci keberhasilan mitigasi kekeringan ini. Untuk menyelaraskan pembagian air secara adil dan efisien, pemerintah mengandalkan forum koordinasi bernama Rembug Cai. Forum ini mempertemukan berbagai pihak yang berkepentingan langsung di lapangan, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh pertanian, pengelola sistem irigasi, hingga kelompok tani. Melalui Rembug Cai, para pemangku kepentingan dapat berdiskusi dan mengatur distribusi air secara terencana agar seluruh lahan pertanian mendapatkan pasokan yang memadai secara bergiliran.

Melalui kombinasi kebijakan dari tingkat pusat hingga koordinasi di tingkat lokal, Indonesia berupaya keras menghadapi potensi El Nino 2026. Meskipun ketidakpastian mengenai seberapa kuat dampak nyata El Nino ini masih ada鈥攕eperti yang terlihat dari indeks harga pangan FAO yang belum bergejolak hingga pertengahan tahun鈥攌esiapan infrastruktur air dan koordinasi antarlembaga diharapkan mampu meminimalkan risiko kegagalan panen dan menjaga stabilitas pangan nasional.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ketahanan panganEl NinoBMKGKementerian Pertanianpertanian

Berita Terbaru Lainnya

Mengapa Mal dan Perkantoran di Jakarta Pasang Pagar Tinggi? Ini Penjelasan PemerintahKemenhub Koordinasi dengan Malaysia Terkait Kasus Pilot Selundupkan 25 Kg EkstasiTransmart Full Day Sale 2 Agustus 2026, Diskon AC Split 1 PK Tembus Rp 1,7 JutaInvestigasi Kebakaran Pasar Sepinggan Balikpapan, Bagaimana Tim Inafis Mengungkap Penyebab Bencana?Antisipasi Macet Doa Kebangsaan di Monas, 13 Kereta Api dari Gambir Berhenti di JatinegaraStrategi Mengelola Kebutuhan Biaya Kuliah Anak yang Kian MeningkatLagi Pesta Diskon, Alat Elektronik Bakal Lebih Terjangkau di TransmartVietnam Ungguli Indonesia dalam Pengembangan EBT dan Rekomendasi Batas Omzet PKP Jadi Sorotan

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap