apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Internasional

Ketegangan di Kashmir, Aparat Pakistan Dituduh Tembak Mati 30 Demonstran

Domu TobingDiterbitkan 2 Agu 2026 - 07.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ketegangan di Kashmir, Aparat Pakistan Dituduh Tembak Mati 30 Demonstran
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Krisis kemanusiaan dan politik kembali memanas di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan. Aparat keamanan setempat dituduh telah menembak mati sedikitnya 30 demonstran tanpa senjata dalam kurun waktu dua hari terakhir. Laporan ini disampaikan oleh kelompok masyarakat sipil lokal, Joint Awami Action Committee (JAAC), yang menyebutkan bahwa pasukan keamanan melepaskan tembakan ke arah puluhan ribu pengunjuk rasa yang sedang melakukan aksi damai. Berdasarkan rincian data korban, tindakan represif tersebut menewaskan 25 orang pada hari Senin dan lima korban jiwa tambahan pada hari Selasa.

Gelombang demonstrasi

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
massal ini sebenarnya bukan hal baru, melainkan kelanjutan dari aksi protes yang telah berlangsung sejak bulan Juni lalu. Ketegangan di wilayah tersebut dipicu oleh tuntutan masyarakat sipil terkait reformasi sistem pemilihan umum. Selain itu, massa juga menuntut penghapusan 12 kursi khusus pengungsi. Kursi-kursi khusus ini dinilai oleh kelompok demonstran sebagai alat politik yang digunakan oleh pemerintah pusat di Islamabad untuk mengontrol dan mengintervensi dinamika politik lokal di Kashmir.

Kekerasan yang terjadi belakangan ini merupakan eskalasi dari bentrokan sebelumnya. Pada bulan Juni, ketika kekerasan pertama kali meletus di wilayah tersebut, sekitar 40 orang dilaporkan tewas. Pemerintah Pakistan merespons bentrokan awal tersebut secara keras dengan menetapkan label organisasi teroris kepada JAAC. Alih-alih mereda, situasi justru semakin memanas hingga berujung pada bentrokan mematikan dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga

Bela Netanyahu, AS Siapkan Langkah untuk Lumpuhkan Mahkamah Pidana Internasional

Bela Netanyahu, AS Siapkan Langkah untuk Lumpuhkan Mahkamah Pidana Internasional

Juru Bicara JAAC, SA Khan, menyampaikan tuduhan serius terhadap tindakan aparat keamanan Pakistan. Menurut penjelasannya, aparat tidak hanya menembaki kerumunan massa yang berkumpul di kota Mirpur, tetapi diduga kuat berupaya menutupi tindakan tersebut. Pihak keamanan dituding sengaja memindahkan jenazah para korban dari jalanan untuk menghapus bukti penembakan. Selain itu, aparat dilaporkan mengunci rumah sakit setempat guna membatasi akses dan mengangkut mayat-mayat dari area publik setelah kekerasan pecah.

Di sisi lain, pemerintah Pakistan membantah tuduhan tersebut dan menuding adanya keterlibatan pihak asing dalam menggerakkan massa. Menteri Informasi Pakistan, Atta Tarar, dalam sebuah konferensi pers menyatakan bahwa gelombang demonstrasi di Kashmir tidak murni aspirasi lokal, melainkan mendapatkan sokongan dana serta instruksi langsung dari India. Guna meredam situasi, pemerintah mengambil langkah tegas dengan menerapkan pemadaman total pada jaringan komunikasi dan internet, serta melakukan penangkapan massal terhadap para aktivis yang terlibat.

Baca Juga

Tarung Nyawa di Laut, Ratusan Migran Nekat Terobos Perbatasan Ceuta

Tarung Nyawa di Laut, Ratusan Migran Nekat Terobos Perbatasan Ceuta

Hingga saat ini, kebenaran mengenai jumlah pasti korban tewas masih diliputi ketidakpastian. Verifikasi independen di lapangan sangat sulit dilakukan karena otoritas setempat melarang media untuk memasuki area konflik. Hambatan ini diperparah dengan pemblokiran jaringan internet yang masih berlangsung, sehingga menyulitkan penyebaran informasi secara langsung dari lokasi kejadian.

Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari komunitas internasional. Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Volker T眉rk, secara tegas mendesak agar segera dilakukan penyelidikan independen guna mengusut tuntas eskalasi kekerasan ini. Sementara itu, organisasi pembela hak asasi manusia Amnesty International turut mendesak pemerintah di Islamabad untuk segera membuka kembali akses komunikasi bagi warga sipil serta menghentikan segala bentuk kekerasan ilegal terhadap masyarakat.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PBBDemonstrasiPakistanKashmirKekerasan AparatJAAC

Berita Terbaru Lainnya

Hasil Semifinal VNL 2026 Voli Putra, Polandia dan Amerika Serikat Lolos ke Babak FinalMenag Sebut Penghimpunan Zakat Nasional 2025 Capai Rp44,6 TriliunIslamic Travel Connect 2026, Travel Umrah dan Haji Tawarkan Paket Menarik serta Edukasi Masa TungguSabet Bed Set Hemat Cuma di Transmart Full Day Sale, Diskon Jutaan Rupiah MenantiSambut Bulan Kemerdekaan, Transmart Gelar Full Day Sale dengan Diskon JumboNelayan Jembrana Hilang di Perairan Medewi, Tim SAR Gabungan Kerahkan Drone ThermalLaga Uji Coba Pramusim, Real Madrid Ditahan Imbang Fiorentina 2-2 di AustriaPolda Metro Jaya Imbau Masyarakat Saring Informasi Terkait Pemasangan Pagar Besi di Sejumlah Mal

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap