apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Ketahanan Pangan Terjaga Melalui Program PESAT di Perbatasan Malinau

Usat NgajiDiterbitkan 3 Agu 2026 - 13.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ketahanan Pangan Terjaga Melalui Program PESAT di Perbatasan Malinau
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Bagaimana sebuah wilayah yang berada tepat di garis perbatasan negara bisa menjaga ketahanan pangannya sekaligus mengoptimalkan potensi daerah yang dimilikinya? Tantangan ini dijawab oleh Kabupaten Malinau yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara. Sebagai wilayah yang berada di garis perbatasan, Malinau terus berupaya memperkuat ketahanan pangan dan memaksimalkan segala potensi lokal yang ada demi kesejahteraan masyarakatnya. Upaya ini penting mengingat posisi geografisnya yang strategis di wilayah perbatasan Indonesia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati Malinau Wempi W. Mawa menginisiasi sebuah program strategis yang dinamakan Pertanian Sehat atau disingkat PESAT. Program PESAT dirancang secara khusus untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Malinau serta mengoptimalkan berbagai potensi pertanian yang ada di daerah tersebut. Melalui program ini, pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Wempi berupaya menggerakkan sektor pertanian secara lebih sistematis, terarah, dan terintegrasi.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Dalam pelaksanaannya, program PESAT berfokus pada pemanfaatan lahan tidur yang selama ini tidak produktif. Program ini memberikan edukasi serta ruang bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan milik pemerintah maupun lahan milik warga yang sebelumnya terbengkalai agar dapat kembali menghasilkan. Selain memanfaatkan lahan tidur tersebut, program PESAT juga diwujudkan melalui pembentukan satuan tugas khusus serta modernisasi infrastruktur pertanian guna menunjang kelancaran program pertanian di wilayah tersebut.

Baca Juga

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa di Perairan Madura, Pemerintah Tekankan Keselamatan Penumpang

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa di Perairan Madura, Pemerintah Tekankan Keselamatan Penumpang

Keberhasilan program PESAT ditopang oleh peran aktif Satgas PESAT. Anggota Satgas PESAT ini direkrut dan diseleksi secara langsung dari kalangan anak muda maupun warga Kabupaten Malinau yang memiliki ketertarikan untuk bergabung dalam sektor pertanian. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 380 anggota Satgas PESAT yang aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pertanian. Mereka bekerja keras menggarap lahan-lahan pertanian yang tersebar di seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Malinau, sehingga program ini menjangkau seluruh pelosok daerah.

Para anggota Satgas PESAT tidak hanya berfokus pada satu sektor pertanian saja. Mereka menggarap berbagai sektor secara simultan, mulai dari menanam padi dan jagung lalu menunggu masa panen tiba, hingga menanam berbagai jenis tanaman hortikultura. Berkat kerja keras dari seluruh anggota satgas tersebut, aktivitas pertanian dalam program PESAT ini berhasil mendorong pencapaian produksi pangan yang signifikan, yaitu menghasilkan sebanyak 36.828 kilogram gabah dan 8.610 kilogram jagung.

Baca Juga

PLN Pulihkan Gangguan Listrik Jalur Gandul-Cirendeu, Pasokan Kembali Normal

PLN Pulihkan Gangguan Listrik Jalur Gandul-Cirendeu, Pasokan Kembali Normal

Untuk mendukung keberhasilan para petani dan anggota satgas di lapangan, Bupati Wempi juga membuka akses pertanian secara lebih luas. Langkah pembukaan akses pertanian ini dinilai sangat penting untuk mempermudah dan memperlancar jalur distribusi hasil panen dari lahan pertanian menuju pasar. Selain itu, pembukaan akses ini juga bertujuan untuk memperlancar mobilisasi produk-produk pertanian serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Malinau, sehingga potensi daerah dapat dioptimalkan dengan lebih baik.

Dalam pernyataannya di Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026, Bupati Wempi W. Mawa menegaskan bahwa program PESAT ini merupakan wujud nyata dari implementasi program Asta Cita yang diusung oleh Presiden Prabowo. Program Asta Cita tersebut berfokus pada upaya pencapaian swasembada pangan, penguatan ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dengan program PESAT ini, Kabupaten Malinau yang berada di perbatasan turut berkontribusi nyata dalam mewujudkan cita-cita nasional tersebut.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ketahanan panganKalimantan UtaraMalinauProgram PESAT

Berita Terbaru Lainnya

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa di Perairan Madura, Pemerintah Tekankan Keselamatan PenumpangPLN Pulihkan Gangguan Listrik Jalur Gandul-Cirendeu, Pasokan Kembali NormalInflasi Juli 2026 Diproyeksikan Melambat Jadi 0,03 Persen, Ini Pendorong UtamanyaNeraca Dagang RI Defisit US$450 Juta, Sektor Migas Jadi Beban UtamaDBS Insights Forum 2026, Nilai Keluarga dan Dampak Sosial Jadi Kunci Keberlanjutan BisnisGelombang Panas dan Kekeringan Landa AS hingga Eropa, Picu Kebakaran Hutan dan Krisis AirKementerian Pertahanan Kucurkan Rp 1,064 Triliun untuk Pendidikan Bela Negara Calon Manajer Koperasi DesaAman dan Nyaman di Perjalanan, Bagaimana DENZA D9 Menjawab Kebutuhan Mobil Listrik Keluarga?

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

Kesehatan

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AITeknologi 路 29 Jul 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap