apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Nasional

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Bonggakaradeng Minta Maaf Usai Tegur Siswi Terkait Penggunaan Jilbab

Parlin SinagaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 09.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Bonggakaradeng Minta Maaf Usai Tegur Siswi Terkait Penggunaan Jilbab
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Dugaan tindakan diskriminatif terjadi di lingkungan pendidikan Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Sebanyak tujuh orang siswi di SMP Negeri 2 Bonggakaradeng diduga mendapatkan perlakuan rasisme setelah diminta oleh kepala sekolah untuk tidak mengenakan jilbab saat berada di lingkungan sekolah. Kasus ini memicu reaksi keras dari para orang tua murid yang tidak menerima perlakuan tersebut.

Para orang tua yang merasa keberatan kemudian mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan secara langsung. Menurut penuturan mereka, pembatasan atau larangan mengenakan jilbab ini sebenarnya bukan hal baru, melainkan telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Pihak keluarga menyayangkan sikap sekolah yang dinilai membatasi kebebasan beragama bagi para siswi muslim di sekolah yang memang didominasi oleh pelajar nonmuslim tersebut.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Ketegangan ini mencapai puncaknya pada Senin (27/7). Pada hari itu, kepala sekolah secara langsung menegur ketujuh siswi yang tetap konsisten mengenakan jilbab di lingkungan sekolah. Salah satu orang tua siswi berinisial MS mengungkapkan bahwa kepala sekolah sempat melontarkan pernyataan yang membandingkan jenis sekolah. Menurut MS, kepala sekolah menegaskan bahwa SMP Negeri 2 Bonggakaradeng adalah sekolah negeri, bukan madrasah.

Baca Juga

Terjaring OTT KPK, Istri Bupati Pemalang Noor Faizah Maenofie Tiba di Gedung Merah Putih

Terjaring OTT KPK, Istri Bupati Pemalang Noor Faizah Maenofie Tiba di Gedung Merah Putih

Tidak hanya teguran verbal, para orang tua juga membeberkan adanya tekanan psikologis yang dialami anak-anak mereka. Siswi-siswi tersebut dikabarkan sempat diancam tidak akan diikutkan dalam proses seleksi kegiatan ekstrakurikuler. Bahkan, mereka juga diminta untuk pindah ke sekolah lain jika tetap bersikeras mengenakan jilbab selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 2 Bonggakaradeng.

Menanggapi gelombang protes tersebut, Kepala SMP Negeri 2 Bonggakaradeng, Naomi, akhirnya angkat bicara. Ia membantah tuduhan bahwa dirinya secara resmi melarang penggunaan jilbab bagi siswi muslim. Menurut pengakuannya, ucapan yang dilontarkannya tersebut hanyalah sebuah candaan dan tidak bermaksud mendiskriminasi murid-muridnya.

Meski demikian, Naomi menyadari bahwa ucapannya telah menimbulkan kegaduhan. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para orang tua siswa dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa di masa mendatang. Pertemuan langsung antara kepala sekolah dan para orang tua murid juga telah dilakukan di sekolah untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut. Selain itu, Naomi menyatakan telah melaporkan kejadian ini kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja.

Baca Juga

Dua WNI Korban Penyekapan Operator Scamming di Myanmar Dipulangkan ke Indonesia

Dua WNI Korban Penyekapan Operator Scamming di Myanmar Dipulangkan ke Indonesia

Kasus ini juga mendapat perhatian serius dari jajaran pemerintah daerah. Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto Laso Paundanan, mengecam keras dugaan pelarangan jilbab tersebut. Erianto langsung memanggil Naomi untuk memberikan klarifikasi mengenai duduk perkara yang sebenarnya terjadi di sekolah tersebut.

Berdasarkan hasil klarifikasi, Erianto membenarkan bahwa kepala sekolah telah melontarkan pernyataan yang tidak pantas. Naomi dinilai keliru karena menyebut bahwa penggunaan jilbab biasanya hanya diperuntukkan bagi siswi di sekolah-sekolah muslim. Sebagai langkah tindak lanjut dari pemanggilan tersebut, Wakil Bupati Tana Toraja menginstruksikan kepala sekolah agar segera melaporkan permasalahan ini secara langsung kepada Bupati Tana Toraja.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Sulawesi SelatanpendidikanTana TorajaSMP Negeri 2 BonggakaradengJilbab

Berita Terbaru Lainnya

Kondisi Kian Sulit, BMW Berencana PHK Ribuan Karyawan di JermanBeban Belanja Pegawai Pemerintah dalam APBN 2025 Melonjak Jadi Rp 512,60 TriliunSetoran PPh Orang Pribadi 2025 Tembus Rp 21 Triliun, Didorong Kontribusi Pekerja Bebas dan Pegawai SwastaInggris Pertimbangkan Penerbitan Obligasi Perang untuk Danai Anggaran PertahananTerjaring OTT KPK, Istri Bupati Pemalang Noor Faizah Maenofie Tiba di Gedung Merah PutihDua WNI Korban Penyekapan Operator Scamming di Myanmar Dipulangkan ke IndonesiaKabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan Selimuti Palangka RayaPrabowo Subianto Dijadwalkan Resmikan Renovasi Tahap Pertama Stasiun Semarang Tawang Hari Ini

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026
  5. 5Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap