Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memberikan konfirmasi resmi mengenai perkembangan situasi pascabencana tanah longsor yang melanda wilayah Prefektur Nagano, Jepang. Pihak Kemlu memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa longsor tersebut. Bencana tanah longsor ini dilaporkan terjadi pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026. Meskipun peristiwa ini memicu perhatian karena dampaknya terhadap akses transportasi di wilayah terdampak, sejauh ini tidak ada WNI yang dilaporkan mengalami cedera atau menjadi korban akibat insiden alam tersebut.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di Prefektur Nagano secara aktif. Upaya pemantauan ini dilakukan oleh Kemlu RI melalui koordinasi erat dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo. KBRI Tokyo terus memantau setiap perkembangan di lapangan setelah longsor terjadi pada Sabtu malam. Langkah koordinasi dan pemantauan ini dilakukan secara berkesinambungan guna memastikan keselamatan dan kondisi para warga negara Indonesia yang berada di Jepang, khususnya yang tinggal atau sedang berada di sekitar area terdampak bencana.
Bencana tanah longsor yang melanda Prefektur Nagano ini dilaporkan telah menyebabkan sekitar 390 orang terjebak dan terisolasi di kawasan yang terdampak. Longsoran tanah tersebut menutup satu-satunya akses jalan menuju kawasan wisata pemandian air panas Nakabusa Onsen yang berada di Kota Azumino. Tertutupnya jalur tunggal ini membuat mobilitas di area tersebut terhambat, sehingga ratusan orang yang berada di lokasi wisata tidak dapat keluar dan orang dari luar tidak dapat mengakses kawasan pemandian air panas tersebut untuk sementara waktu.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Pihak berwenang melaporkan bahwa sekitar 390 orang yang terisolasi di kawasan wisata Nakabusa Onsen tersebut terdiri dari para tamu yang sedang menginap di sejumlah fasilitas penginapan di area pemandian air panas, serta para pendaki gunung yang tengah berada di pondok-pondok gunung setempat. Meskipun ratusan orang terjebak di tengah keterbatasan akses jalan yang tertutup material longsor, hingga laporan terakhir yang diterima dari otoritas terkait, belum ada laporan mengenai adanya korban luka yang dilaporkan dalam peristiwa ini. Semua pihak yang terisolasi dilaporkan dalam kondisi aman dari cedera fisik.
Pemerintah Prefektur Nagano kini sedang mengambil langkah cepat untuk mengatasi dampak longsor tersebut. Pemerintah Prefektur Nagano tengah melakukan proses asesmen di lokasi kejadian secara mendalam. Asesmen ini bertujuan untuk menentukan kondisi terkini di lapangan serta menganalisis kapan akses jalan yang tertutup material longsor dapat dibuka kembali. Langkah evaluasi fisik jalan ini sangat penting sebelum otoritas setempat memutuskan untuk membuka kembali jalur transportasi satu-satunya menuju kawasan wisata pemandian air panas Nakabusa Onsen di Kota Azumino tersebut.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Kemlu RI dan KBRI Tokyo akan terus memantau jalannya asesmen yang dilakukan oleh Pemerintah Prefektur Nagano serta perkembangan kondisi di lapangan. Melalui pemantauan yang konsisten sejak peristiwa terjadi pada Sabtu malam, pihak perwakilan Indonesia di Jepang siap siaga untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia. Hingga saat ini, dengan tidak adanya laporan mengenai WNI yang menjadi korban maupun adanya laporan korban luka secara umum, situasi di Prefektur Nagano pascabencana longsor akan terus diikuti perkembangannya secara saksama oleh pihak kementerian dan KBRI Tokyo.






