Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya mempercepat proses penanganan terhadap infrastruktur jalan nasional yang mengalami kerusakan. Langkah percepatan perbaikan jalan nasional ini diambil sebagai respons cepat untuk mengatasi dampak dari bencana alam gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa bencana gempa bumi yang berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut dilaporkan terjadi pada hari Sabtu (15/8) yang lalu. Guncangan gempa bumi yang kuat ini mengakibatkan kerusakan pada beberapa infrastruktur jalan nasional, sehingga memerlukan tindakan perbaikan yang segera dari pihak Kementerian PU dan pihak BPJN NTT demi memulihkan konektivitas daerah terdampak.
Dampak dari guncangan gempa bumi magnitudo 7,7 tersebut menyebabkan terjadinya longsoran di beberapa wilayah, salah satunya di Desa Pulue. Di area Desa Pulue ini, terdapat ruas jalan Krica-Lidi yang memiliki panjang total mencapai 4,1 kilometer yang mengalami dampak kerusakan cukup parah. Ruas jalan sepanjang 4,1 kilometer tersebut tertutup oleh material longsoran tanah dan batu yang runtuh akibat guncangan gempa. Kejadian tertutupnya ruas jalan Krica-Lidi ini mengakibatkan terblokirnya akses transportasi darat secara total, yang pada akhirnya sangat menghambat mobilitas harian masyarakat setempat serta mengganggu kelancaran lalu lintas di wilayah tersebut.
Polri Bantah Febrie Adriansyah soal Penggeledahan Harus Izin Jaksa Agung

Berdasarkan hasil proses identifikasi awal secara langsung yang dilakukan oleh petugas di lapangan, tim menemukan tantangan yang cukup besar terkait kondisi jalan yang tertimbun. Hasil identifikasi sementara menunjukkan bahwa setidaknya terdapat minimal 10 titik longsor dengan skala kerusakan yang bervariasi di sepanjang jalur tersebut. Skala longsoran yang terdeteksi mulai dari tingkat longsoran kecil hingga titik longsoran berskala besar yang membutuhkan penanganan serta pembersihan yang intensif. Menanggapi situasi darurat ini, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memberikan penegasan bahwa pihak Kementerian PU akan bergerak dengan cepat dalam menangani perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana. Menteri Dody Hanggodo menyatakan bahwa fokus utama dari penanganan ini adalah mengutamakan pemulihan akses transportasi untuk masyarakat agar aktivitas warga bisa kembali normal.
Soroti Kelelahan Awak Kapal, Menhub Jelaskan Aturan Jam Kerja Pelaut

Untuk mendukung percepatan proses pembukaan akses jalan yang tertutup material longsoran tersebut, langkah mobilisasi peralatan kerja segera dilakukan ke lokasi bencana. Hingga hari Selasa (18/8) malam, tim di lapangan telah berhasil mendatangkan dan memobilisasi bantuan berupa dua unit alat berat ekskavator serta satu unit kendaraan pikap jenis L300 ke lokasi terdampak. Keberadaan dua unit ekskavator dan satu unit pikap L300 ini difungsikan secara maksimal untuk membantu petugas dalam membuka jalan dan membersihkan timbunan material tanah longsor yang menutup jalur. Berkat pengerahan alat dan kerja keras tim gabungan di lapangan, pada hari Rabu (19/8) sekitar pukul 16.00 WIT, tim gabungan akhirnya berhasil menembus salah satu titik lokasi longsor yang menutup ruas jalan Krica-Lidi di Desa Pulue tersebut.






