Sebuah insiden yang melibatkan jet tempur milik Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) terjadi di Bandara Naha, Prefektur Okinawa bagian selatan, pada hari Selasa. Kejadian ini mengakibatkan salah satu landasan pacu di bandara tersebut terpaksa ditutup selama berjam-jam. Jet tempur tersebut mengalami kelumpuhan dan tidak dapat bergerak setelah melakukan pendaratan, sehingga mengganggu aktivitas penerbangan di area tersebut. Meskipun demikian, Kementerian Transportasi memastikan bahwa tidak ada korban luka dalam insiden yang melibatkan jet tempur jenis F-15 dari Pasukan Bela Diri Udara (ASDF) ini.
Jet tempur F-15 yang mengalami masalah tersebut diketahui bermarkas di Pangkalan Udara Naha, yang lokasinya berdekatan dengan bandara. Di Bandara Naha sendiri, landasan pacu memang digunakan secara berdampingan oleh pesawat sipil serta armada milik SDF. Berdasarkan informasi yang dihimpun, jet tempur F-15 tersebut baru saja kembali dari misi pencegatan cepat (scramble) sesaat sebelum akhirnya mendadak lumpuh di atas aspal landasan. Posisi pesawat tempur tersebut terlihat miring ke arah kiri akibat roda pendaratan utama di sebelah kirinya patah setelah menyentuh tanah.
Miris! Banyak Timah RI Diselundupkan ke Malaysia dan Singapura

Penutupan darurat ini berdampak langsung pada operasional penerbangan. Landasan Pacu B, yang menjadi tempat mendaratnya jet tempur F-15 tersebut, ditutup mulai sekitar pukul 12.55 waktu setempat. Penutupan darurat di Landasan Pacu B ini berlangsung selama kurang lebih empat jam sebelum akhirnya operasi penerbangan dapat dilanjutkan kembali secara normal. Selama proses evakuasi pesawat dan penutupan landasan berlangsung, seluruh pesawat penumpang sipil dialihkan untuk menggunakan Landasan Pacu A. Situasi darurat ini secara langsung memicu rentetan penundaan pada jadwal kedatangan maupun keberangkatan pesawat di bandara tersebut.
Pihak ASDF dilaporkan langsung menghubungi kantor bandara sesaat setelah pesawat tempur mendarat untuk memberikan peringatan bahwa ada masalah teknis yang terjadi selama proses pendaratan. Untuk mengatasi kemacetan di landasan pacu, petugas harus melakukan proses evakuasi secara hati-hati. Jet tempur F-15 tersebut akhirnya harus diangkat ke atas sebuah truk dengan menggunakan derek berukuran besar agar dapat segera disingkirkan dari landasan pacu dan memulihkan arus penerbangan.
Penyebab Penurunan Laba Kweichow Moutai di Tengah Transisi Ekonomi China

Insiden ini juga memicu perhatian dari pemerintah daerah setempat. Gubernur Okinawa, Denny Tamaki, mendesak agar segera dilakukan penyelidikan yang cepat guna mengetahui penyebab pasti dari insiden patahnya roda jet tempur tersebut. Selain itu, Denny Tamaki juga menuntut adanya langkah-langkah konkret dari pihak terkait untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang. Landasan Pacu B yang menjadi lokasi insiden ini sendiri tergolong infrastruktur yang relatif baru karena baru mulai beroperasi pada bulan Maret 2020 lalu.






