apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Kementerian Pertanian Sebut Kerugian Masyarakat Akibat Mafia Beras Tembus Rp 100 Triliun

Nyaring AranDiterbitkan 7 Agu 2026 - 18.55 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kementerian Pertanian Sebut Kerugian Masyarakat Akibat Mafia Beras Tembus Rp 100 Triliun
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Kerugian masyarakat Indonesia akibat praktik curang yang dilakukan oleh mafia beras diperkirakan mencapai Rp 100 triliun. Angka fantastis ini diungkapkan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman terkait penanganan kasus hukum yang sedang berjalan di sektor pangan nasional. Menurut Mentan, nilai kerugian yang sangat besar tersebut mencerminkan betapa meluasnya manipulasi harga pangan yang telah terjadi di berbagai daerah.

Hingga saat ini, proses hukum terhadap kasus penipuan beras tersebut terus berjalan dengan menetapkan sedikitnya 38 orang sebagai tersangka. Penanganan kasus ini menjadi perhatian serius dari pemerintah guna memutus mata rantai manipulasi harga pangan yang sangat merugikan konsumen di berbagai wilayah tanah air. Proses hukum yang sedang berjalan diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku usaha lain yang berniat melakukan tindakan serupa.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Penjelasan ini sekaligus meluruskan pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden mengenai adanya sebuah perusahaan penggilingan padi yang berhasil meraup keuntungan hingga Rp 2 triliun. Menurut Mentan Amran Sulaiman, keuntungan dengan nilai jumbo tersebut bukanlah hasil dari sebuah praktik bisnis yang bersih dan sehat. Sebaliknya, perolehan itu merupakan hasil dari tindakan penipuan yang dilakukan oleh sebuah grup perusahaan berskala besar.

Baca Juga

HUT ke-436 Kota Medan, Wali Kota Ajak Warga Tanamkan Rasa Cinta untuk Pembangunan Daerah

HUT ke-436 Kota Medan, Wali Kota Ajak Warga Tanamkan Rasa Cinta untuk Pembangunan Daerah

Modus operandi yang dilancarkan oleh grup korporasi besar tersebut adalah dengan memanipulasi harga dan kelas kualitas beras di pasar. Mereka mengemas beras yang seharusnya dijual dengan harga Rp 8.000 per kilogram, lalu melabelinya sebagai beras kelas premium dan menjualnya dengan harga tinggi mencapai Rp 17.000 per kilogram. Selisih harga yang sangat mencolok ini menjadi salah satu sumber utama keuntungan ilegal yang mereka kumpulkan dari konsumen.

Perusahaan yang terlibat dalam kasus ini bukanlah pemain kecil di industri pangan. Grup korporasi tersebut diketahui memiliki kapasitas penggilingan padi yang sangat besar, yakni berkisar antara 1.000 hingga 2.000 ton per hari. Dengan kapasitas produksi sebesar itu, dampak dari manipulasi harga yang mereka lakukan tentu dirasakan secara luas oleh pasar. Kendati demikian, Amran Sulaiman memilih untuk tidak membeberkan identitas atau nama grup perusahaan yang dimaksud kepada publik karena dinilai tidak etis mengingat entitas bisnis tersebut saat ini sedang menjalani proses hukum formal.

Baca Juga

Program PESAT Malinau Buka Lapangan Kerja Baru Lewat Sektor Pertanian

Program PESAT Malinau Buka Lapangan Kerja Baru Lewat Sektor Pertanian

Selain manipulasi pada beras premium, Amran juga mencontohkan praktik culas lain yang menyasar jenis beras fortifikasi. Beras fortifikasi yang semestinya dipasarkan dengan kisaran harga Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram, justru ditawarkan ke konsumen dengan harga selangit mencapai Rp 42.000 per kilogram. Selisih harga yang menyentuh angka Rp 30.000 per kilogram ini memperlihatkan betapa besarnya eksploitasi yang dilakukan oleh oknum mafia beras terhadap kebutuhan pokok masyarakat.

Pemaparan mengenai kerugian akibat mafia beras ini disampaikan di Universitas Diponegoro, Semarang, pada Kamis (6/8/2026). Langkah hukum yang diambil terhadap puluhan tersangka diharapkan mampu memulihkan stabilitas harga dan melindungi hak-hak konsumen di Indonesia dari praktik kartel pangan yang merugikan negara dan rakyat secara masif. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi terciptanya ketahanan pangan yang berkeadilan.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ketahanan panganKementerian Pertanianmafia berasAmran Sulaiman

Berita Terbaru Lainnya

Dewa United Resmi Berpisah dengan Pelatih Jan Olde RiekerinkHUT ke-436 Kota Medan, Wali Kota Ajak Warga Tanamkan Rasa Cinta untuk Pembangunan DaerahPrabowo Subianto Segera Putuskan Calon Gubernur Bank Indonesia Pekan IniKriteria dan Alur Seleksi Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry WarjiyoPelindo Beri Penjelasan Terkait Proyeksi Rencana IPO BUMNDPR Usulkan Konsep Pra-Judicial untuk Uji Penyitaan Sebelum Sidang PokokProgram PESAT Malinau Buka Lapangan Kerja Baru Lewat Sektor PertanianTASPEN Salurkan Manfaat Pensiun dan Jaminan Hari Tua kepada Pejabat Negara serta Ahli Waris

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap