apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Kementerian Pertahanan Kucurkan Rp 1,064 Triliun untuk Pendidikan Bela Negara Calon Manajer Koperasi Desa

Agus CahyonoDiterbitkan 3 Agu 2026 - 14.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kementerian Pertahanan Kucurkan Rp 1,064 Triliun untuk Pendidikan Bela Negara Calon Manajer Koperasi Desa
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mengumumkan alokasi anggaran yang cukup besar, yakni mencapai Rp 1,064 triliun, untuk menyelenggarakan program pendidikan bela negara. Program pendidikan ini secara khusus ditujukan bagi para calon manajer Koperasi Desa Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih. Dana yang bernilai lebih dari satu triliun rupiah tersebut dianggarkan secara terperinci untuk mendanai seluruh rangkaian kegiatan pelatihan yang dijadwalkan berlangsung selama 45 hari bagi puluhan ribu peserta.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
Dalam perencanaan awalnya, program pendidikan bela negara ini ditargetkan untuk diikuti oleh sebanyak 35.476 orang peserta yang akan dilatih sebagai calon manajer. Kendati demikian, pada realisasi di lapangan, jumlah peserta yang benar-benar berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini tidak mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya. Hanya ada 33.846 orang peserta yang hadir dan mengikuti jalannya program pelatihan sejak pertama kali dibuka. Sementara itu, tercatat sebanyak 1.369 orang yang masuk dalam target awal peserta justru tidak hadir sejak program tersebut resmi dibuka pada bulan lalu.

Dari total 33.846 peserta yang hadir dan mengikuti proses pelatihan, tidak seluruhnya berhasil menyelesaikan pendidikan ini hingga akhir. Jumlah peserta yang dinyatakan lulus dan menyelesaikan pelatihan dengan baik adalah sebanyak 33.785 orang. Di sisi lain, terdapat 61 orang peserta yang terpaksa gugur di tengah jalan sebelum masa pelatihan berakhir. Gugurnya para peserta ini disebabkan oleh faktor masalah kesehatan yang mereka alami serta adanya keputusan pribadi dari peserta untuk mengundurkan diri dari program pendidikan.

Baca Juga

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa di Perairan Madura, Pemerintah Tekankan Keselamatan Penumpang

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa di Perairan Madura, Pemerintah Tekankan Keselamatan Penumpang

Terkait dengan rincian biaya yang dikeluarkan, rata-rata pengeluaran yang dihabiskan untuk setiap peserta dalam program pelatihan ini adalah sekitar Rp 30 juta. Anggaran sebesar Rp 30 juta per orang tersebut mencakup seluruh kebutuhan operasional peserta dari awal hingga akhir. Rincian biaya tersebut digunakan untuk membiayai seluruh tahapan seleksi peserta, penyediaan perlengkapan perorangan lapangan seperti pakaian seragam, biaya pendidikan selama program berlangsung, biaya perjalanan dinas, hingga alokasi uang saku bagi setiap peserta yang nilainya mencapai Rp 1,5 juta.

Mengenai sumber dana dan mekanisme penganggaran, pos anggaran untuk program pelatihan ini diajukan secara terpisah kepada Kementerian Keuangan. Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, memberikan penegasan terkait kebijakan anggaran tersebut. Beliau menyatakan bahwa alokasi anggaran ini tidak memangkas alokasi belanja rutin pertahanan negara. Dengan demikian, pengeluaran besar ini dipastikan tidak akan mengganggu ataupun membebani Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang dimiliki oleh Kementerian Pertahanan maupun Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Baca Juga

PLN Pulihkan Gangguan Listrik Jalur Gandul-Cirendeu, Pasokan Kembali Normal

PLN Pulihkan Gangguan Listrik Jalur Gandul-Cirendeu, Pasokan Kembali Normal

Kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi calon manajer koperasi desa dan kampung nelayan ini dilaksanakan secara intensif selama 45 hari, terhitung mulai tanggal 17 Juni hingga berakhir pada tanggal 31 Juli 2026. Selama periode tersebut, pelatihan dibagi menjadi dua tahap kurikulum utama. Tahap pertama terdiri dari 30 hari latihan dasar militer yang dalam perjalanannya kemudian berubah menjadi pendidikan bela negara. Selanjutnya, tahap kedua diisi dengan pelatihan manajerial selama 15 hari sisanya. Program ini turut melibatkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Ketut Gede Wetan Pastia.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

anggaran negaraKoperasi DesaKementerian PertahananBela Negara

Berita Terbaru Lainnya

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa di Perairan Madura, Pemerintah Tekankan Keselamatan PenumpangPLN Pulihkan Gangguan Listrik Jalur Gandul-Cirendeu, Pasokan Kembali NormalInflasi Juli 2026 Diproyeksikan Melambat Jadi 0,03 Persen, Ini Pendorong UtamanyaNeraca Dagang RI Defisit US$450 Juta, Sektor Migas Jadi Beban UtamaDBS Insights Forum 2026, Nilai Keluarga dan Dampak Sosial Jadi Kunci Keberlanjutan BisnisGelombang Panas dan Kekeringan Landa AS hingga Eropa, Picu Kebakaran Hutan dan Krisis AirKetahanan Pangan Terjaga Melalui Program PESAT di Perbatasan MalinauAman dan Nyaman di Perjalanan, Bagaimana DENZA D9 Menjawab Kebutuhan Mobil Listrik Keluarga?

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

Teknologi

Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AI

29 Jul 2026

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

Kesehatan

Luka Psikis di Balik Autoimun yang Acap Terabaikan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Indosat Catat Laba Bersih Rp 3,2 Triliun pada Semester I 2026 Berkat Transformasi AITeknologi 路 29 Jul 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap