Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan kini tengah merintis sebuah langkah penting dalam dunia seni dan budaya tanah air. Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi mengumumkan adanya rencana untuk mendirikan Museum Musik Indonesia yang representatif. Pengumuman mengenai rencana pembangunan museum musik ini disampaikan langsung oleh Fadli Zon di sela-sela menghadiri acara konser musik yang bertajuk "Sepanjang Jalan Kenangan: Sejuta Cerita Is Haryanto". Acara konser tersebut diselenggarakan di Jakarta pada hari Rabu malam, tanggal 5 Agustus (5/8). Melalui perintisan ini, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk menghadirkan sebuah wadah resmi yang dapat mendokumentasikan perkembangan musik di tanah air secara komprehensif.
Untuk merealisasikan pembangunan wadah dokumentasi tersebut, Kementerian Kebudayaan telah menentukan lokasi penempatan museum di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Secara lebih terperinci, Museum Musik Indonesia ini direncanakan akan menempati eks Gedung Jiwasraya yang berada di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Gedung eks Jiwasraya yang dipilih sebagai lokasi museum ini merupakan sebuah bangunan cagar budaya. Namun, bangunan cagar budaya yang bernilai sejarah tersebut sebenarnya sudah lama mangkrak. Dengan rencana pemanfaatan ini, gedung cagar budaya yang lama mangkrak di Jalan Asia Afrika tersebut akan dialihfungsikan menjadi lokasi Museum Musik Indonesia.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Pendirian Museum Musik Indonesia di Kota Bandung ini dirancang untuk memiliki fungsi yang sangat penting bagi perkembangan seni suara tanah air. Museum ini digadang-gadang akan menjadi pusat dokumentasi resmi yang mencatat seluruh perjalanan panjang musik nasional dari waktu ke waktu. Tidak hanya sebagai pusat dokumentasi sejarah, pendirian museum ini juga menjadi bagian dari upaya nyata pemerintah untuk melestarikan warisan dari para musisi Tanah Air. Melalui keberadaan museum ini, masyarakat akan dapat melihat dokumentasi perjalanan musik Indonesia dari berbagai era, yang disajikan secara lengkap dengan berbagai koleksi memorabilia dari para musisi serta komposer nasional.
Dalam mempersiapkan isi dari museum tersebut, Kementerian Kebudayaan mengonfirmasi bahwa mereka telah mulai menerima beberapa koleksi memorabilia berharga. Di antara koleksi awal yang telah diterima oleh pihak kementerian adalah sejumlah penghargaan milik almarhumah Titiek Puspa. Selain itu, pihak kementerian juga telah menerima koleksi penting dari maestro biola tanah air, Idris Sardi. Untuk mematangkan konsep museum ini, pemerintah juga tengah mengadakan diskusi secara intensif dengan para musisi serta komposer nasional. Salah satu fokus utama yang dibahas dalam diskusi penyusunan konsep museum ini adalah program digitalisasi lagu-lagu Indonesia, dengan tetap menjunjung tinggi hak kekayaan intelektual para penciptanya.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Pengumuman mengenai rencana pendirian museum ini terasa sangat relevan karena disampaikan di tengah kemeriahan konser "Sepanjang Jalan Kenangan: Sejuta Cerita Is Haryanto" di Jakarta. Konser apresiasi ini dimeriahkan oleh penampilan apik dari para penyanyi lintas generasi yang membawakan lagu-lagu karya Is Haryanto. Beberapa penyanyi terkenal lintas generasi yang turut tampil memeriahkan panggung konser tersebut antara lain Yuni Shara, Vien Is Haryanto, Hedi Yunus, hingga Ria Resty Fauzy. Penampilan para penyanyi tersebut dalam membawakan lagu-lagu ciptaan Is Haryanto diiringi secara langsung oleh permainan musik dari grup musik Audiensi pada Rabu malam tersebut.






