Pemerintah Kota Padang tengah mengajukan diri sebagai City of Gastronomy dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Langkah ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, secara resmi menyatakan dukungannya saat membuka acara Talk on Taste di Mini Stage Kawasan Kota Tua, Padang, pada Minggu (9/8/2026). Jika pengajuan ini berhasil, Padang akan menjadi kota gastronomi pertama dari Indonesia yang masuk ke dalam jejaring internasional tersebut. Kegiatan Talk on Taste ini sendiri merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang yang ke-357.
Dalam sambutannya, Teuku Riefky Harsya menekankan bahwa gastronomi memiliki cakupan yang sangat luas dan tidak boleh dipandang secara sempit. Menurut Teuku Riefky, gastronomi bukan hanya berbicara tentang makanan semata, tetapi juga tentang cerita, budaya, desain, musik, hingga seni pertunjukan yang melingkupinya. Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa seluruh aspek tersebut harus diperkuat dengan baik, baik dari segi anggaran maupun kebijakan. Pemerintah pusat, termasuk Kementerian Ekonomi Kreatif, menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Padang beserta masyarakatnya.
Menanggapi dukungan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk berbenah demi memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Pihak Pemerintah Kota Padang siap melakukan berbagai pembenahan di berbagai sektor krusial. Pembenahan tersebut mencakup penataan kawasan Kota Tua, restoran, rating, sertifikasi, kebersihan dapur, kebersihan toilet, pelayanan, hingga penyediaan infrastruktur penunjang yang memadai. Upaya ini dinilai sangat penting mengingat daya tarik wisata Padang terus tumbuh positif, dengan catatan jumlah kunjungan wisatawan yang meningkat dari sekitar 4,3 juta kunjungan pada tahun 2024 menjadi 5,5 juta kunjungan pada tahun 2025.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Acara Talk on Taste yang menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Padang ini juga menghadirkan diskusi mendalam mengenai kuliner dan gastronomi. Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pelaku serta pakar kuliner ternama, di antaranya William Wongso dan Lord Ardi. Selain itu, perwakilan dari Dewan Kuliner Indonesia juga turut berpartisipasi aktif dalam membagikan pandangan mereka. Adapun perwakilan dari Dewan Kuliner Indonesia yang hadir dalam acara diskusi ini adalah Roby Bagindo, Gupta Sitorus, dan Ray Janson. Kehadiran para pakar ini diharapkan dapat memperkuat potensi besar kuliner tradisional Padang di kancah global.
Selain sesi diskusi mengenai gastronomi, acara ini juga dimeriahkan dengan kegiatan sosial berupa masak besar nasi goreng rendang sebanyak 1.000 porsi. Setiap porsi dari nasi goreng rendang tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu hanya sebesar Rp357 per porsi. Seluruh hasil penjualan dari nasi goreng rendang tersebut nantinya akan didonasikan untuk penggalangan dana bagi para korban bencana banjir yang melanda wilayah setempat pada tanggal 3 Agustus lalu. Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial di tengah perayaan hari jadi kota.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Kegiatan Talk on Taste di Kawasan Kota Tua ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kota Padang. Di antaranya adalah Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dan Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa. Selain itu, hadir pula Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Dian Fadly Amran, Wakil Ketua Dekranasda Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, serta Ketua DWP Padang Ny. Nova Raju Minropa. Kehadiran para tokoh daerah ini menunjukkan komitmen dan sinergi yang kuat dari berbagai elemen pemerintahan di Kota Padang untuk mendorong kota ini menjadi pusat gastronomi dunia yang diakui oleh UNESCO.






