Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek) bergerak cepat mengusut tuntas polemik publikasi ilmiah di platform Social Science Research Network (SSRN) yang menyeret nama Presiden Prabowo Subianto. Kasus ini memicu perhatian luas setelah sebuah makalah ilmiah yang mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meraih penghargaan Nobel Perdamaian 2026 beredar publik. Langkah investigasi segera diambil guna menjernihkan duduk perkara dan menjaga integritas dunia akademik nasional.
Penyelidikan ini bermula dari temuan adanya pencatutan nama sejumlah tokoh penting tanpa konfirmasi. Beberapa individu yang namanya tercantum di dalam dokumen tersebut memberikan klarifikasi bahwa mereka tidak pernah mengetahui, apalagi memberikan persetujuan tertulis maupun lisan, untuk dimasukkan sebagai tim penulis makalah. Menanggapi situasi tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, langsung mengambil tindakan tegas dengan membentuk tim investigasi khusus pada Selasa, 4 Agustus 2026.








