Provinsi Banten tengah menghadapi ancaman kekeringan yang cukup serius akibat musim kemarau ekstrem tahun ini. Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan bahwa sebanyak tujuh kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Banten kini sedang mengalami bencana kekeringan. Kondisi tersebut dipicu oleh fenomena iklim El Nino Godzilla yang membawa dampak cuaca panas dan kering yang sangat intens di berbagai daerah.
Berdasarkan data terkini yang dikonfirmasi oleh Andra Soni di Tangerang pada Selasa (28/7), terdapat setidaknya 140 titik terdampak kekeringan yang tersebar di wilayah Banten. Titik-titik kekeringan tersebut berada di beberapa daerah administratif, meliputi Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Tangerang. Di sisi lain, Kota Tangerang dilaporkan tidak termasuk ke dalam wilayah yang terdampak oleh bencana kekeringan ini.
Musim kemarau pada tahun ini diperkirakan menjadi yang terpanjang dalam beberapa tahun terakhir. Durasi kemarau yang panjang ini berpotensi memicu kekeringan dalam skala yang lebih besar jika tidak segera ditangani dengan baik. Oleh karena itu, pemerintah daerah menaruh perhatian khusus terhadap sebaran 140 titik kekeringan tersebut agar dampaknya tidak semakin meluas dan memperburuk kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.
Ada 64 Hotspot Karhutla di Sumut, Paling Banyak di Karo

Sebagai langkah penanganan jangka pendek untuk mengatasi krisis air ini, Pemerintah Provinsi Banten telah meminta seluruh pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota serta para pemangku kepentingan terkait untuk segera menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak. Andra Soni menginstruksikan seluruh jajaran aparat pemerintah untuk aktif bergerak di lapangan. Jajaran aparat diminta untuk bersama-sama memantau serta menindaklanjuti setiap laporan kekeringan yang muncul demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
"Kita harus minta kepada seluruh aparat untuk sama-sama memantau, sama-sama menindaklanjuti setiap kekeringan yang ada agar masyarakat bisa mendapatkan minimal pertama adalah untuk kebutuhan air minum," kata Andra Soni saat memberikan instruksi terkait pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak.
September Diprediksi Puncak Karhutla, OMC dan Water Bombing Dimaksimalkan

Selain langkah darurat berupa penyaluran air bersih, Pemerintah Provinsi Banten juga tengah menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang melalui rencana pembangunan sumur bor. Kendati demikian, realisasi proyek sumur bor ini masih dalam tahap perencanaan dan memerlukan kajian lebih lanjut. Rencana pembangunan tersebut saat ini masih dipelajari secara mendalam oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten.
Proses kajian oleh Dinas ESDM Provinsi Banten tersebut mencakup penentuan titik lokasi pengeboran yang tepat serta kedalaman sumur yang dibutuhkan agar dapat menghasilkan sumber air yang stabil. Mengenai upaya ini, Andra Soni menjelaskan, "Kita juga sedang berupaya untuk menemukan, untuk meneliti melalui ESDM kedalaman dan akan membuat sumur." Upaya penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi yang berkelanjutan bagi pemenuhan air bersih di wilayah Banten yang rentan terhadap dampak kemarau ekstrem di masa mendatang.






