apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Nasional

Kekeringan Melanda Kabupaten Bekasi, 2.592 Hektare Lahan Pertanian Terdampak Krisis Air

Usat NgajiDiterbitkan 29 Jul 2026 - 07.17 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kekeringan Melanda Kabupaten Bekasi, 2.592 Hektare Lahan Pertanian Terdampak Krisis Air
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, secara resmi melaporkan bahwa sektor pertanian di wilayahnya tengah menghadapi dampak kekeringan yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan terkini, sebanyak 2.592 hektare lahan pertanian di berbagai titik di Kabupaten Bekasi telah terdampak oleh kondisi kekurangan air tersebut. Krisis ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah setempat guna mengantisipasi dampak ekonomi yang lebih luas bagi para petani.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional

Pihak berwenang menyatakan bahwa data mengenai luasan lahan yang terdampak ini masih bersifat sementara. Angka tersebut sangat berpotensi meluas seiring dengan terus berjalannya siklus musim kemarau tahun ini. Berdasarkan prakiraan cuaca dan iklim, puncak musim kemarau di wilayah Kabupaten Bekasi diprediksi masih akan berlangsung dan bertahan hingga bulan September 2026 mendatang. Hal ini menuntut kesiapsiagaan jangka panjang dari semua pihak terkait.

Faktor utama yang memicu terjadinya kekeringan di lahan pertanian ini adalah krisis air yang terjadi pada saluran-saluran irigasi. Masalah pada saluran irigasi tersebut menyebabkan pasokan air bersih yang biasanya mengalir ke areal persawahan mengalami penurunan secara drastis. Tanpa adanya suplai air yang memadai dari saluran irigasi, tanah pertanian menjadi kering dan retak, sehingga mengancam kelangsungan tumbuh kembang tanaman pangan.

Baca Juga

Kekeringan di Gunungkidul, Warga Dusun Kemesu Terpaksa Jual Ternak demi Beli Air Bersih

Kekeringan di Gunungkidul, Warga Dusun Kemesu Terpaksa Jual Ternak demi Beli Air Bersih

Kondisi tanah yang mengering akibat minimnya pasokan air ini akhirnya memaksa sejumlah petani untuk mengambil keputusan sulit. Demi menghindari kerugian materi yang jauh lebih besar akibat potensi terjadinya gagal panen total, sebagian petani memilih untuk melakukan panen dini. Langkah ini terpaksa diambil agar tanaman padi yang masih tersisa dapat segera diselamatkan sebelum mengalami kerusakan total akibat kekeringan yang berkepanjangan.

Dilihat dari kondisi geografis dan sistem pengairannya, dampak kekeringan di Kabupaten Bekasi terbagi menjadi dua karakteristik wilayah. Wilayah utara Kabupaten Bekasi menjadi daerah yang paling mendominasi dalam hal dampak kekeringan pada lahan-lahan pertanian yang menggunakan sistem irigasi teknis. Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di wilayah selatan Kabupaten Bekasi, yang didominasi oleh sawah tadah hujan. Lahan pertanian di bagian selatan ini sangat bergantung pada curah hujan untuk memenuhi kebutuhan pengairannya, sehingga sangat rentan ketika musim kemarau tiba.

Menanggapi situasi darurat ini, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi segera mengambil langkah antisipasi. Sub Koordinator Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, meminta para petani untuk terus meningkatkan kewaspadaan mereka. Selain itu, Dinas Pertanian mengimbau para petani untuk segera melaporkan kondisi riil ketersediaan air di wilayah persawahan masing-masing. Pelaporan yang cepat dan akurat ini sangat diperlukan agar bantuan berupa pompa air dari pemerintah dapat didistribusikan secara tepat sasaran kepada kelompok tani yang membutuhkan.

Baca Juga

Harga Tomat Anjlok, Bapanas Minta Pemerintah Daerah Gelar Aksi Bela Beli

Harga Tomat Anjlok, Bapanas Minta Pemerintah Daerah Gelar Aksi Bela Beli

Krisis kekeringan akibat faktor iklim ini tidak hanya terjadi di wilayah Jawa Barat. Di wilayah lain di Indonesia, fenomena El Nino dilaporkan telah memicu kekeringan hebat, seperti yang melanda Kabupaten Pidie di Provinsi Aceh. Akibat krisis air yang ditimbulkan oleh fenomena tersebut, puluhan petak sawah yang berada di Desa Labui dan Desa Dayah Teubeng kini terancam mengalami gagal panen akibat tidak mendapatkan pasokan air yang cukup.

Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama instansi terkait terus berupaya memantau perkembangan situasi di lapangan. Dengan prediksi puncak kemarau yang masih akan berlangsung hingga September 2026, langkah-langkah mitigasi dan koordinasi yang kuat antara Dinas Pertanian dan para petani diharapkan mampu meminimalkan dampak buruk dari krisis air ini terhadap ketahanan pangan daerah.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jawa BaratKabupaten Bekasikrisis airkekeringanpertanian

Berita Terbaru Lainnya

Diler Belum Banyak, Bisakah Pemilik Mobil Lepas Servis di Bengkel Chery Group?Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan SemikonduktorKekeringan di Gunungkidul, Warga Dusun Kemesu Terpaksa Jual Ternak demi Beli Air BersihMilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 Diacungi Jempol, Fasilitas Supersoccer Arena Kudus Berstandar InternasionalIHSG Diproyeksi Melemah, Pasar Masih Menanti Kepastian Gubernur Bank Indonesia DefinitifMenakar Peran Danantara di KSSK, Ikut Rapat Koordinasi, tetapi Tanpa Hak SuaraMengapa Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik? Ini PenjelasannyaGubernur BI Mundur, Purbaya Jamin Kebijakan KSSK Tetap Solid dan Ramah Pasar

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap