Kabar duka sekaligus mengejutkan datang dari kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Seorang pria bernama Sutrimo ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tepat di depan sebuah klinik kecantikan bernama Mordent. Penemuan jasad pria yang diketahui berasal dari Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas ini, langsung memicu perhatian publik secara luas. Kejadian yang berlangsung di wilayah Jakarta Selatan tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan mendalam, terutama dari pihak keluarga yang sangat terkejut menerima kabar kematian anggota keluarga mereka secara mendadak di area publik tersebut. Kematian yang terjadi secara tiba-tiba ini meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi kerabat yang ditinggalkan.
Sosok Sutrimo sendiri menarik perhatian khalayak karena latar belakang pekerjaannya yang dinilai dekat dengan mantan pejabat hukum. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Sutrimo disebut-sebut pernah bekerja dan menjabat sebagai kepala rumah tangga atau Karumga dari mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Hubungan kerja di masa lalu ini membuat kabar mengenai kematiannya yang terjadi secara mendadak di depan klinik kecantikan Mordent menjadi perbincangan hangat. Publik pun menaruh perhatian pada riwayat pekerjaan almarhum yang pernah mengabdi sebagai kepala rumah tangga bagi mantan pejabat tersebut, sehingga mendorong pihak keluarga untuk mencari tahu penyebab pasti dari kepergian almarhum.
Penerapan Program Makan Bergizi Gratis di SDN Gentan Sleman Mulai Berjalan

Dalam menghadapi situasi yang penuh dengan tanda tanya ini, pihak keluarga Sutrimo telah mengambil langkah hukum guna mengawal proses penyelidikan dan mencari kejelasan. Saat ini, Aan Rohaeni telah secara resmi ditunjuk dan bertindak sebagai kuasa hukum yang mewakili kepentingan hukum keluarga almarhum. Kehadiran Aan Rohaeni sebagai penasihat hukum diharapkan dapat membantu mengurai kejanggalan yang dirasakan keluarga, serta memastikan bahwa seluruh proses penanganan perkara ini berjalan dengan baik dan transparan. Langkah penunjukan kuasa hukum ini diambil agar hak-hak keluarga untuk mendapatkan informasi yang terang benderang dapat terpenuhi secara maksimal.
Salah satu poin penting yang menjadi sorotan pihak keluarga terkait kondisi almarhum sebelum meninggal dunia adalah informasi mengenai riwayat kesehatannya. Pihak keluarga mendapati kabar mengenai kondisi medis Sutrimo sebelum ia ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian. Berdasarkan informasi awal yang diterima oleh pihak keluarga, kadar gula darah almarhum dikabarkan sempat menembus angka 600. Informasi mengenai tingginya angka gula darah ini menjadi salah satu detail awal yang diterima keluarga di tengah suasana duka dan kebingungan mereka atas kepergian Sutrimo yang begitu mendadak di depan klinik kecantikan di Kebayoran Baru tersebut.
Polisi Periksa EO dan MC Terkait Dugaan Promosi Miras Berkedok Tantangan Hafalan Al-Qur'an

Secara keseluruhan, peristiwa kematian Sutrimo di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menyisakan berbagai teka-teki bagi pihak keluarga. Pria asal Desa Wlahar, Kabupaten Banyumas, yang pernah mendedikasikan dirinya sebagai kepala rumah tangga (Karumga) mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ini kini telah tiada. Dengan didampingi oleh kuasa hukum Aan Rohaeni, pihak keluarga terus berupaya mencerna segala informasi yang masuk, termasuk kabar awal mengenai kadar gula darah almarhum yang mencapai angka 600. Penyelidikan dan pencarian fakta yang jelas kini menjadi fokus utama pihak keluarga demi mendapatkan kepastian mengenai penyebab wafatnya almarhum.






