apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSportsPopuler
Beranda/Nasional

Kebakaran Melanda 30 Hektare Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani

Domu TobingDiterbitkan 8 Agu 2026 - 17.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kebakaran Melanda 30 Hektare Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Peristiwa kebakaran ini melanda wilayah konservasi tersebut pada Jumat (7/8) dan menghanguskan lahan yang diperkirakan mencapai puluhan hektare. Kebakaran ini segera memicu respons cepat dari tim gabungan untuk mencegah kerusakan ekosistem yang lebih parah di salah satu gunung berapi tertinggi di Indonesia ini.

Laporan mengenai adanya kobaran api pertama kali datang dari masyarakat setempat yang tinggal di sekitar kawasan lindung tersebut. Informasi awal diterima oleh pihak pengelola balai taman nasional pada Jumat sore, tepatnya sekitar pukul 16.48 WITA. Berdasarkan laporan tersebut, titik api diketahui mulai muncul di area perbatasan yang memisahkan kawasan TNGR dengan lahan garapan atau kebun milik warga sekitar.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanKriminalLingkunganTeknologiOtomotifInternasionalGeneral NewsEconomyNewsSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan

Titik panas atau hotspot yang menjadi sumber kebakaran terdeteksi berada di perbatasan antara kawasan inti taman nasional dan area perkebunan masyarakat di wilayah Maletan. Kebakaran tersebut kemudian dilaporkan bergerak ke arah Bukit Tiga. Lokasi yang berada di perbatasan ini membuat penanganan harus dilakukan dengan hati-hati agar api tidak semakin meluas ke lahan produktif milik warga maupun masuk lebih dalam ke jantung kawasan hutan lindung.

Baca Juga

BGN Pasang Label Batas Konsumsi 4 Jam pada Ompreng Makan Bergizi Gratis

BGN Pasang Label Batas Konsumsi 4 Jam pada Ompreng Makan Bergizi Gratis

Mengenai pemicu kebakaran, pihak berwenang sejauh ini belum dapat memberikan kepastian mengenai penyebab utama kejadian tersebut. Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, menyatakan bahwa pihaknya masih belum bisa memastikan apakah kebakaran ini disebabkan oleh faktor alam atau akibat dari aktivitas manusia di sekitar area perbatasan. Penyelidikan mendalam biasanya diperlukan untuk mengetahui asal-usul api di kawasan sensitif seperti ini.

Dampak dari kebakaran ini cukup signifikan, dengan estimasi area yang terbakar mencapai sekitar 30 hektare di dalam kawasan TNGR. Luasnya area yang terdampak tidak lepas dari kondisi vegetasi di lokasi kejadian. Petugas yang dikerahkan ke lapangan melaporkan bahwa proses pemadaman sempat mengalami kendala serius akibat banyaknya semak belukar yang kering di lokasi tersebut. Keberadaan semak-semak ini membuat api menjalar dengan sangat cepat dan menyulitkan upaya lokalisasi kebakaran.

Untuk mengatasi situasi tersebut, sebuah tim gabungan segera diterjunkan ke lokasi kebakaran. Setelah melakukan penyisiran, tim mendeteksi adanya tiga titik api aktif yang masih berkobar di kawasan tersebut. Pemadaman kemudian diupayakan dengan menggunakan berbagai peralatan yang tersedia, mulai dari pompa air untuk menyiram area yang terjangkau, penggunaan racun api, hingga penggunaan parang untuk menebas semak guna memutus jalur rambatan api.

Baca Juga

Perkuat Pengawasan Makan Bergizi Gratis, Pejabat Eselon Badan Gizi Nasional Wajib Berkantor di Daerah

Perkuat Pengawasan Makan Bergizi Gratis, Pejabat Eselon Badan Gizi Nasional Wajib Berkantor di Daerah

Setelah melakukan upaya pemadaman yang intensif selama beberapa jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan situasi. Kobaran api di kawasan TNGR dilaporkan berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu (8/8) dini hari, sekitar pukul 01.30 WITA. Pihak pemadam juga telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi titik api aktif yang tersisa di area yang terbakar tersebut.

Meskipun api sudah dinyatakan padam pada dini hari, langkah antisipasi tetap dilakukan oleh pengelola taman nasional. Pihak TNGR telah menjadwalkan pengiriman tim kembali ke lokasi kebakaran pada Sabtu pagi untuk melakukan operasi pembersihan atau mopping-up. Langkah ini sangat krusial dilakukan guna memastikan bahwa tidak ada sisa-sisa bara api yang tersembunyi di bawah tanah atau di balik semak-semak yang berpotensi memicu kebakaran baru saat angin bertiup kencang.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kebakaran hutanNusa Tenggara BaratTaman Nasional Gunung RinjaniLombok

Berita Terbaru Lainnya

Unilever Indonesia Raih Penghargaan Best Emiten di ESG Award 2026BGN Pasang Label Batas Konsumsi 4 Jam pada Ompreng Makan Bergizi GratisKeinginan Menabung Masyarakat Meningkat Namun Kemampuan Menyisihkan Dana MelemahPerkuat Pengawasan Makan Bergizi Gratis, Pejabat Eselon Badan Gizi Nasional Wajib Berkantor di DaerahKeluarga Almarhum Yurizal Nyatakan Kasus Layanan BPJS Kesehatan di RSCM SelesaiPolisi Ungkap Sosok Saepul Pelaku Mutilasi di Depok yang Pernah Jadi Guru Matematika dan Pedagang PiscokGedung Bapenda DKI Kebakaran, Pemprov DKI Atur WFH Bergantian untuk 1.000 ASNPenguatan Industri Perkapalan Nasional, PT PAL Indonesia Dorong Kemandirian Maritim

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap