Kebakaran Hutan Hebat Kepung Eropa dan Paksa Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Usat NgajiPublished 27 Jul 2026 - 07.070 Reads
Bagikan WhatsAppX
Kebakaran Hutan Hebat Kepung Eropa dan Paksa Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Warisan sejarah dan bentang alam Eropa kini berada dalam kepungan api yang tak terkendali. Gelombang kebakaran hutan hebat yang dipicu oleh cuaca panas ekstrem dan kekeringan berkepanjangan tengah melanda Prancis dan Spanyol, memaksa sedikitnya 295.000 warga mengungsi demi menyelamatkan diri. Situasi ini bukan lagi sekadar bencana musiman biasa, melainkan ancaman nyata bagi kawasan bersejarah seperti Bordeaux, salah satu pusat penghasil anggur terbesar di dunia.

Di Prancis, kecemasan terbesar saat ini berpusat di sekitar wilayah Bordeaux. Kobaran api yang sebelumnya melalap Semenanjung Cap Ferret di pesisir Atlantik kini terus merambat mendekati kawasan metropolitan. Wali Kota Bordeaux, Thomas Cazenave, mengungkapkan bahwa titik api kini hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari gerbang masuk kota. Meskipun belum ada keputusan resmi untuk mengevakuasi sekitar 850.000 penduduk metropolitan Bordeaux, ketegangan sangat terasa di lapangan. Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengakui bahwa petugas pemadam kebakaran sedang berhadapan dengan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya karena api bergerak liar menuju area perkotaan. Di wilayah pinggiran seperti Cestas dan Marcheprime, aparat kepolisian terpaksa melakukan evakuasi dari rumah ke rumah sepanjang malam untuk memastikan keselamatan sekitar 220.000 warga yang terdampak di negara tersebut.

Also Read

Benua Afrika Menghadapi Ancaman Kerugian Ekonomi Raksasa Akibat Super El Nino

Kondisi yang tidak kalah mencekam terjadi di Spanyol, di mana lebih dari 75.000 warga terpaksa mengungsi dan sekitar 30.000 lainnya diinstruksikan untuk tetap berlindung di dalam rumah. Kebakaran di Provinsi Avila telah menghanguskan lebih dari 50.000 hektare lahan, menjadikannya salah satu bencana kebakaran hutan paling destruktif dalam sejarah modern Spanyol. Tidak hanya di Avila, Provinsi Castellon juga membara dengan lebih dari 4.300 hektare lahan yang hangus dilalap api. Kebakaran ini bahkan telah merambah masuk ke Taman Alam Sierra de Espadan, sebuah kawasan konservasi yang dipenuhi oleh ekosistem pohon ek gabus dan hutan pinus. Otoritas regional Valencia menyatakan bahwa kondisi cuaca buruk yang terus berlanjut mempersulit upaya pemadaman secara teknis karena api benar-benar berada di luar kendali.

Para ilmuwan menegaskan bahwa bencana luar biasa ini merupakan dampak langsung dari krisis iklim global. Data dari Reuters Climate Monitor menunjukkan lompatan suhu yang mengkhawatirkan, di mana suhu maksimum rata-rata pada bulan Juli di Bordeaux dan Avila menyentuh angka 32 derajat Celcius. Angka ini hampir 6 derajat Celcius lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata suhu pada periode tahun 1961 hingga 1990. Skala bencana yang begitu masif akhirnya memicu solidaritas internasional di tingkat Uni Eropa. Yunani dan Italia mengirimkan armada pesawat pemadam kebakaran tambahan untuk membantu Spanyol, sementara Portugal mengerahkan lebih dari 100 personel militer beserta peralatan pendukung. Bantuan juga diperkirakan akan bertambah dengan rencana kedatangan dua armada udara dari Turki.

Also Read

Kebakaran Hutan Dahsyat di Prancis dan Spanyol Paksa Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, yang meninjau langsung wilayah Avila, berjanji akan segera menetapkan status darurat perlindungan sipil untuk mempercepat penyaluran dana bantuan dan pemulihan. Sejak awal tahun, Spanyol telah kehilangan lebih dari 150.000 hektare lahan akibat kebakaran鈥攕ebuah lonjakan drastis hingga enam kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Krisis ini tidak berhenti di Semenanjung Iberia dan Prancis saja. Laporan mengenai kebakaran hutan hebat juga mulai bermunculan dari wilayah utara seperti Skotlandia hingga bagian selatan di Italia, yang memicu kekacauan transportasi, penutupan jalur kereta api utama, serta evakuasi warga secara massal. Benua Eropa kini tengah berkejaran dengan waktu untuk menjinakkan api yang terus meluas.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca