Kebakaran hebat melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang terletak di Jalan Abdul Muis pada Jumat (7/8) malam. Kobaran api dilaporkan menghanguskan area yang cukup luas, mulai dari lantai 11 hingga lantai 16 gedung perkantoran tersebut. Peristiwa ini memicu kepanikan dan memaksa petugas penyelamat melakukan aksi cepat guna meminimalkan dampak kerusakan serta menyelamatkan jiwa yang terancam di dalam gedung.
Api pertama kali terlihat berkobar di gedung instansi pemerintah tersebut sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah menerima laporan, petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta segera bergerak ke lokasi kejadian. Upaya pemadaman secara intensif mulai dilakukan oleh petugas di lapangan sejak pukul 21.41 WIB demi mencegah perambatan api ke lantai lain maupun ke bangunan di sekitarnya.
Di tengah situasi darurat tersebut, petugas penyelamat berhasil melakukan aksi evakuasi yang dramatis. Satu orang pekerja yang sempat terjebak di dalam gedung berhasil diselamatkan dari lantai 15. Sebelum kebakaran terjadi, pekerja tersebut diketahui sedang melakukan aktivitas perbaikan di salah satu lantai yang kemudian ikut terdampak amukan si jago merah. Setelah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut akibat dampak insiden tersebut.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, memimpin langsung operasi pemadaman ini. Guna menjangkau titik api di lantai-lantai tinggi, Dinas Gulkarmat mengerahkan tiga unit mobil tangga Bronto Skylift serta menyiagakan sedikitnya 185 personel pemadam kebakaran di lokasi. Selain armada pemadam, aparat keamanan dari unsur Kepolisian dan TNI turut diterjunkan dengan menyiagakan 175 personel gabungan untuk mengamankan area sekitar gedung dan membantu kelancaran proses penanggulangan bencana.
Akibat kebakaran dan proses penjinakan api yang berlangsung hingga tahap pendinginan, akses lalu lintas di Jalan Abdul Muis ditutup sementara waktu bagi kendaraan umum. Penutupan jalan ini dilakukan demi memberikan ruang gerak bagi armada pemadam kebakaran dan memastikan keselamatan para pengguna jalan. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengetahui penyebab pasti kebakaran. Pihak Gulkarmat sendiri belum dapat memastikan secara terperinci mengenai asal-muasal kemunculan titik api awal di gedung tersebut. Sebagai langkah awal penyelidikan, kepolisian telah meminta keterangan dari sepuluh orang saksi yang berada di sekitar lokasi atau mengetahui jalannya peristiwa.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Peristiwa kebakaran di Gedung Bapenda ini menambah daftar panjang kasus kebakaran yang melanda wilayah ibu kota. Pada waktu yang hampir bersamaan, musibah kebakaran juga dilaporkan terjadi di wilayah lain di Jakarta. Di Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan 50 personel untuk memadamkan kebakaran yang melanda lapak rongsokan, yang diduga dipicu oleh tumpukan sampah. Sementara itu, kebakaran lain juga menghanguskan sebuah rumah tinggal di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang memaksa 100 personel Gulkarmat berjibaku untuk melokalisasi kobaran api agar tidak merembet ke permukiman padat penduduk.
Merespons tingginya frekuensi musibah kebakaran di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah merencanakan langkah penguatan armada penyelamatan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana untuk membuka rekrutmen Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP) Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan dalam waktu dekat. Pemprov DKI Jakarta menargetkan perekrutan hingga 1.000 personel baru Gulkarmat pada tahun ini guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas respons cepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana kebakaran di masa mendatang.






