apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSportsPopuler
Beranda/Nasional

Kebakaran di Kawasan Gunung Bromo Meluas hingga Mencapai 520 Hektare

Nyaring AranDiterbitkan 10 Agu 2026 - 00.26 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kebakaran di Kawasan Gunung Bromo Meluas hingga Mencapai 520 Hektare
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Gunung Bromo dilaporkan meluas secara signifikan. Hingga pemutakhiran terbaru, luas area yang terdampak kebakaran kini telah mencapai 520 hektare. Angka tersebut menunjukkan peningkatan drastis jika dibandingkan dengan data sebelumnya yang mencatat area terbakar berada di kisaran 176 hektare.

Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi dan terus berlangsung sejak Senin, 3 Agustus 2026. Titik api terpantau melanda kawasan Gunung Bromo Watu Gede di wilayah Kabupaten Probolinggo serta kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaHiburanPolitikPendidikanTeknologiOtomotifInternasionalSports

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
) Jantur yang masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Malang. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan
BNPB
, Abdul Muhari, sebelumnya menyatakan bahwa luas lahan yang terbakar diperkirakan berada di angka 176,20 hektare, dengan proses pendataan yang terus diperbarui oleh pihak terkait.

Namun, situasi di lapangan berubah cepat pada Sabtu malam. Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengonfirmasi bahwa perluasan area terdampak dipicu oleh berkobarnya kembali api di kawasan Gunung Bromo pada Sabtu malam tersebut. Kobaran api tidak hanya menghanguskan tebing-tebing curam, melainkan juga merembet dan membakar area savana Gunung Bromo.

Baca Juga

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah Rakyat

Faktor cuaca dan kondisi vegetasi menjadi pemicu utama cepatnya penyebaran api. Hembusan angin yang bertiup cukup kencang sejak siang hari membuat api menjalar dengan cepat dari bagian atas tebing menuju ke arah bawah. Di dasar tebing, api dengan cepat melalap vegetasi berupa rerumputan dan tanaman lain yang kondisinya sudah mengering. Embusan angin kencang ini juga mempercepat pergerakan api hingga menyeberangi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) dan menjangkau kawasan savana. Selain faktor angin dan vegetasi kering, fenomena embun beku atau frost yang terjadi di kawasan tersebut turut berkontribusi terhadap meluasnya kebakaran.

Hingga Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 21.30 WIB, upaya pemadaman masih terus dilakukan secara intensif. Tim gabungan dilaporkan masih bersiaga dan melakukan penanganan di sekitar area JLKT guna mengantisipasi pergerakan api yang mendekati ruas jalan tersebut. Sementara itu, tim darat telah berhasil mengondisikan titik api yang sempat muncul di jalur Jemplang menuju Watu Gede di Kabupaten Malang. Kendati demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena satu titik panas atau hot spot terpantau masih mengeluarkan asap di area Pusung Ledok Bedor.

Baca Juga

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Program Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai Berjalan

Operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan ini dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara. Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari personel BNPB, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, pihak TNBTS, Polhut, Perhutani, TNI, Polri, serta dibantu oleh para relawan dan masyarakat setempat. Untuk operasi darat, petugas memanfaatkan satu unit truk pemadam kebakaran, alat manual berupa gepyok, serta alat penyemprot air (sprayer). BPBD Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan dukungan logistik dan personel tambahan untuk memperkuat tim di lapangan.

Mengingat medan yang sulit dijangkau melalui jalur darat, dua unit helikopter dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman dari udara. Kedua helikopter tersebut masing-masing memiliki kapasitas angkut air sebesar 1.000 liter untuk melakukan penyiraman air (water bombing). Satu helikopter merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) TNI AL, sedangkan satu helikopter lainnya disediakan oleh BNPB. Guna mendukung kelancaran operasi udara ini, BNPB telah berkoordinasi dengan Danlanud setempat untuk menyiapkan posko taktis serta pelaksanaan operasi penerbangan di Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Gunung Bromokebakaran hutanBNPBTNBTS

Berita Terbaru Lainnya

Seskab Teddy Hadiri Persiapan MPLS, Disambut Puisi Harapan Siswa Sekolah RakyatProgram Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Mulai BerjalanPemilik Lapangan Padel di Bandung Didenda Rp100 Juta dan Wajib Tanam 1.000 PohonMegawati Soekarnoputri Hadiri Peluncuran Buku Autobiografi Erros Djarot di Gedung Kesenian JakartaKapolri Ingatkan Ancaman Judi Online dan Penipuan Digital bagi Generasi MudaSinergi KUB dan Kolaborasi BPD-BPR Menjadi Fokus Regional Bank Summit 2026Optimalisasi KUB Menjadi Kunci Penguatan Likuiditas dan Layanan Bank Pembangunan DaerahKecerdasan Buatan Mulai Jadi Andalan Cari Nasihat Keuangan meski Minim Kepercayaan

Paling Banyak Dibaca

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

General News

Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTU

29 Jul 2026

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

Ekonomi

Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas Bawah

26 Jul 2026

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

Ekonomi

Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara

1 Agu 2026

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

Ekonomi

IHSG Ditutup Turun 0,64%, Tinggalkan Level 6.100 pada Perdagangan Rabu

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  2. 2Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  3. 3Dorong Substitusi Batu Bara, Biomassa Berbasis Residu Industri Diakselerasi untuk PLTUGeneral News 路 29 Jul 2026
  4. 4Prabowo Sebut Kemiskinan Ekstrem Terendah, Kenali Lima Ciri Kelas BawahEkonomi 路 26 Jul 2026
  5. 5Ketum Kadin Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana NegaraEkonomi 路 1 Agu 2026