Kantor Orang Tua (OT) Building yang berlokasi di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, mendadak digeruduk oleh massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas). Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh massa ormas ini dipicu oleh adanya kegaduhan terkait sebuah tantangan atau challenge yang dinilai sangat sensitif. Tantangan tersebut berupa ajakan untuk menghafal surah-surah di dalam kitab suci Al-Qur'an, namun dengan iming-iming hadiah berupa sebotol minuman keras (miras). Kejadian ini memicu kemarahan dari berbagai kalangan masyarakat, khususnya umat Islam, yang kemudian memutuskan untuk menggelar aksi protes secara langsung di depan kantor manajemen perusahaan tersebut untuk menyampaikan tuntutan mereka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa demonstran mulai mendatangi dan berkumpul di depan Orang Tua (OT) Building sejak siang hari, tepatnya sekitar pukul 13.40 WIB. Kedatangan massa ke lokasi aksi dipandu oleh satu unit mobil komando yang memimpin jalannya aksi unjuk rasa. Massa yang berkumpul di depan gedung tersebut terlihat mengenakan atribut khas dari berbagai organisasi kemasyarakatan yang berbeda. Beberapa atribut ormas yang terlihat dikenakan oleh para pengunjuk rasa di lapangan antara lain berasal dari Front Persaudaraan Islam (FPI), Bang Japar, Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB Banten), serta Forum Betawi Rempug (FBR). Kehadiran berbagai ormas ini menunjukkan kesamaan sikap dalam memprotes tantangan hafalan surah Al-Qur'an berhadiah minuman keras yang dinilai tidak pantas.
5 Bandara di NTT Rusak Akibat Gempa 7,0 Magnitudo, Terminal-Runway Retak

Dalam aksi demonstrasi tersebut, perwakilan massa dari Front Persaudaraan Islam (FPI), Syahrul Ahadi, tampil untuk menyampaikan tuntutan dari para pengunjuk rasa. Syahrul Ahadi menegaskan bahwa tuntutan utama dari massa yang hadir adalah meminta permohonan maaf secara langsung dari pihak manajemen OT Group atas tindakan yang dinilai telah melukai perasaan umat Islam tersebut. Menanggapi gelombang protes dan tuntutan yang disampaikan oleh massa ormas, pihak manajemen OT Group akhirnya menemui para demonstran secara langsung. Perwakilan manajemen yang menemui massa adalah Direktur Newport, Handoko Sasongko. Di hadapan massa yang berkumpul, Handoko Sasongko menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada umat Islam atas adanya dugaan penistaan agama yang terjadi akibat kasus tantangan tersebut.
Keberadaan massa pengunjuk rasa yang berkumpul di depan Orang Tua (OT) Building ini sempat memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Aksi unjuk rasa tersebut membuat Jalan Outer Ring Road yang mengarah ke OT Building mengalami kemacetan yang cukup padat. Selama jalannya aksi protes berlangsung, ruang gerak kendaraan yang melintas di jalan tersebut menjadi sangat terbatas. Kendaraan-kendaraan yang hendak lewat hanya bisa melaju dengan memanfaatkan satu lajur saja ke arah Kembangan ketika melintasi depan gedung OT Building. Petugas dan pihak terkait harus berupaya mengatur arus lalu lintas agar kendaraan tetap dapat bergerak perlahan di tengah kerumunan massa aksi.
Badan Geologi, Ada Indikasi Likuifaksi Setelah Gempa NTT

Setelah menyampaikan aspirasi dan mendengarkan permohonan maaf dari pihak manajemen, massa pengunjuk rasa akhirnya terpantau mulai membubarkan diri secara tertib dari area OT Building sekitar pukul 16.00 WIB. Seiring dengan bubarnya massa demonstran, situasi lalu lintas di Jalan Outer Ring Road di depan gedung tersebut berangsur-angsur kembali normal. Arus lalu lintas kembali lancar di semua lajur yang sebelumnya sempat mengalami penyempitan akibat aksi massa. Selain menyampaikan permohonan maaf, Direktur Newport Handoko Sasongko juga menegaskan kepada massa bahwa kasus tantangan menghafal surah Al-Qur'an dengan hadiah sebotol miras ini tidak dibiarkan begitu saja, melainkan sudah masuk dan diproses di ranah hukum.






