Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan adanya indikasi awal mengenai fenomena alam pascagempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan hasil analisis cepat yang dilakukan oleh instansi tersebut, terdapat indikasi kecil terjadinya likuifaksi setelah gempa bumi mengguncang wilayah NTT pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026. Meskipun analisis cepat telah menunjukkan indikasi awal ini, Badan Geologi Kementerian ESDM menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan langsung guna mendapatkan data yang lebih akurat mengenai kondisi tanah di area terdampak.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa kepastian mengenai kebenaran fenomena likuifaksi ini masih harus menunggu hasil pemeriksaan lapangan secara langsung. Untuk memastikan kebenaran dari indikasi tersebut, Badan Geologi telah bergerak cepat dengan menerjunkan tim khusus langsung ke lokasi bencana. Saat ini, tim dari Badan Geologi sudah berada di lapangan untuk melakukan verifikasi secara menyeluruh serta memantau kondisi tanah pascagempa secara riil.
Meskipun ada indikasi likuifaksi, Lana Saria menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan. Berdasarkan hasil analisis sementara yang dilakukan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM, dampak dari potensi likuifaksi di Nusa Tenggara Timur ini diperkirakan jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan bencana likuifaksi dahsyat yang melanda wilayah Palu beberapa tahun lalu. Analisis sementara tersebut memperkirakan dampak likuifaksi di NTT berada pada kategori rendah hingga sedang, dan karakternya tidak menunjukkan potensi untuk mengalir jauh seperti halnya fenomena likuifaksi yang terjadi di Palu.
Paskibraka IKN Resmi Dikukuhkan untuk Upacara HUT ke-81 RI setelah Latihan Efektif 5 Hari

Sehubungan dengan adanya indikasi ini, Lana Saria mengimbau dan meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh berbagai spekulasi yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diharapkan menunggu hasil verifikasi resmi yang sedang dilakukan oleh tim di lapangan. Langkah verifikasi langsung ini sangat krusial untuk memberikan informasi yang pasti dan akurat mengenai kondisi tanah serta potensi bahaya ikutan lainnya pascabencana gempa bumi tersebut.
Di samping memantau potensi likuifaksi, Badan Geologi Kementerian ESDM juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa bumi susulan yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Rangkaian gempa susulan ini diperkirakan dapat berlangsung mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu, dengan intensitas frekuensi serta kekuatan gempa yang cenderung menurun dari waktu ke waktu. Terkait hal ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memperkirakan bahwa seluruh rangkaian gempa susulan tersebut akan meluruh sepenuhnya dalam jangka waktu sekitar dua hingga tiga minggu ke depan.
Pemerintah Pusat Siagakan Bantuan Respons Dampak Gempa NTT

Untuk mengantisipasi dampak buruk dari gempa susulan maupun potensi bahaya lainnya, masyarakat sangat disarankan untuk selalu mematuhi instruksi serta arahan resmi yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Beberapa langkah keselamatan mandiri yang diimbau untuk dilakukan antara lain adalah memeriksa tingkat keamanan struktur bangunan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakannya kembali. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjauhi area tebing yang memiliki potensi longsor, serta selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan dan jalur evakuasi yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.






