Pemerintah baru saja meluluskan puluhan ribu peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk ditugaskan sebagai pengelola lembaga ekonomi di tingkat tapak. Sebanyak 33.785 peserta program tersebut secara resmi dinyatakan lolos sebagai calon manajer untuk Koperasi Desa Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih pada Jumat, 31 Juli 2026. Kelulusan ini dicapai setelah para peserta menyelesaikan pelatihan kepemimpinan, manajerial, dan bela negara selama 45 hari yang diselenggarakan di berbagai satuan pendidikan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Meskipun pasokan tenaga manajerial sudah siap dikerahkan, program ini menghadapi tantangan besar berupa ketimpangan antara jumlah calon pengelola dan kesiapan operasional koperasi di lapangan. Dari total peserta yang lulus, sebanyak 28.629 orang dipersiapkan khusus untuk mengelola koperasi desa. Namun, hingga saat ini, jumlah Koperasi Desa Merah Putih yang sudah benar-benar beroperasi di seluruh wilayah Indonesia baru mencapai 1.021 unit. Angka ini menunjukkan selisih yang sangat jauh dibandingkan dengan jumlah manajer yang siap bertugas.








