Jejak Panjang Sang Juru Bicara IKN yang Tiba-Tiba Senyap

Uria Anyi ApuiPublished 26 Jul 2026 - 18.050 Reads
Bagikan WhatsAppX
Jejak Panjang Sang Juru Bicara IKN yang Tiba-Tiba Senyap
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Kabar duka menerpa proyek strategis nasional Ibu Kota Nusantara pada akhir pekan lalu. Troy Harold Yohanes Pantouw, sosok yang selama ini menjadi corong resmi Otorita IKN, ditemukan tak bernyawa di hunian sementaranya di Rusun ASN, Kalimantan Timur, Sabtu (25/7). Kepergiannya yang mendadak menyisakan kekosongan mendalam di tengah riuh rendah persiapan pemindahan ibu kota, sebuah ironi sunyi di balik gegap gempita pembangunan fisik yang selama ini ia narasikan kepada publik.

Siapa sangka, perjalanan panjang pria yang akrab disapa Troy ini harus terhenti di salah satu unit rumah susun yang menjadi simbol awal kehidupan baru para abdi negara di IKN. Sebelum menjemput ajal, tubuhnya selama tiga hari terakhir dilaporkan berjuang melawan rasa nyeri lambung yang tak kunjung reda. Kapolresta IKN, Kombes Supriyanto, menegaskan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan mengolah tempat kejadian perkara. "Hasil pemeriksaan saksi bahwa almarhum mengalami sakit nyeri lambung sejak 3 hari yang lalu sebelum meninggal," ungkapnya, seraya memastikan tidak ada secuil pun indikasi tindak kekerasan pada jasad almarhum.

Also Read

Stasiun Bekasi Ekstensi Menyatu dengan Summarecon dan LRT, Beban Penumpang Terurai

Kepergian tanpa pamit ini mengakhiri babak baru karier Troy yang sejatinya baru saja dimulai. Sejak Maret 2023, ia mengemban amanah berat sebagai Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, menjadi jembatan informasi antara visi besar negara dengan masyarakat luas. Namun, jauh sebelum itu, Troy adalah seorang pengisah ulung yang mengawali langkah di dunia jurnalistik dari kota Surabaya pada tahun 1988. Selama lebih dari tiga dekade, ia lantas berkelana di rimba komunikasi, memegang kendali advokasi dan komunikasi di berbagai lembaga kemanusiaan, hingga posisi terakhirnya sebelum bergabung ke OIKN: Chief of Advocacy, Campaign, Communication, Media di Save the Children Indonesia.

Kariernya yang panjang membentuknya menjadi komunikator andal yang paham betul bagaimana merawat narasi. Jejak reporter yang melekat dalam dirinya membuatnya tak gagap menghadapi pertanyaan kritis, sekaligus luwes menerjemahkan isu-isu teknis kenegaraan menjadi bahasa yang lebih membumi. Rekam jejak itulah yang membawanya ke titik puncak karier sebagai suara resmi pemindahan ibu kota, sebuah proyek yang sarat akan kompleksitas dan perhatian nasional.

Also Read

Wajah Lama Menggoda, Geely Coolray Hadir dengan Kejutan di Balik Setir Kanan

Danis Hidayat Sumadilaga, kolega Troy sesama staf khusus di Otorita IKN, membenarkan kabar pilu ini. Menurutnya, sang jubir mengembuskan napas terakhirnya di siang hari, di dalam kesunyian rusun yang menjadi saksi bisu hari-hari terakhirnya. Meski jasadnya telah tiada, warisannya dalam membangun pemahaman publik tentang IKN akan terus bergema, menyertai langkah ribuan pekerja dan aparatur sipil negara yang melanjutkan estafet pembangunan. Kehilangan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap megaproyek, ada dedikasi manusia yang tak kenal lelah, bahkan hingga titik penghabisan.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca