apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasionalTransportasiBencanaWisataPemerintahanKeperdataanEnergiManajemenSejarahInfrastrukturKeagamaanMetroEdukasiMitigasi BencanaPopuler
Beranda/Dunia

Israel Geser Pembatas "Garis Kuning", Warga Gaza Kembali Dipaksa Mengungsi

Domu TobingDiterbitkan 29 Jul 2026 - 08.17 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Israel Geser Pembatas "Garis Kuning", Warga Gaza Kembali Dipaksa Mengungsi
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Militer Israel (IDF) dilaporkan kembali memperluas wilayah kendalinya di Jalur Gaza dengan memindahkan penanda blok beton atau yang dikenal sebagai "garis kuning" (yellow line) di beberapa titik strategis. Langkah sepihak ini memicu gelombang pengungsian baru bagi warga Palestina yang berada di area terdampak. Perluasan zona militer baru ini mencakup sejumlah wilayah penting, mulai dari Zeitoun, Tuffah, dan Shejaia di Kota Gaza, hingga wilayah Deir al-Balah, Khan Younis, serta bagian utara Rafah.

Sebelum pemindahan blok beton dilakukan, pihak militer Israel terlebih dahulu menyampaikan perintah evakuasi kepada warga setempat. Peringatan tersebut dikirimkan melalui pesan singkat (SMS) serta pengeras suara yang dibawa oleh pesawat nirawak (drone). Hanya berselang satu hari setelah peringatan diberikan dan serangan dilancarkan, militer Israel langsung memasang blok-blok beton penanda garis kuning di lokasi yang baru. Assem Dawla, seorang warga dari distrik Zeitoun, menyatakan bahwa ia dan keluarganya segera mengemasi barang-barang mereka untuk meninggalkan tempat tinggal mereka karena pihak pendudukan Israel telah memindahkan garis kuning hingga mencapai Jalan Salah al-Din.

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumMegapolitanSosialBudayaEkonomiPeristiwaKulinerOlahragaMusikHiburanSainsPolitikPendidikanKriminalBisnisLingkunganHumanioraPariwisataMetropolitanTeknologiGaya HidupReligiOtomotifPropertiInternasional
Baca Juga

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Kumamoto Jepang, Picu Ledakan Mal, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Kumamoto Jepang, Picu Ledakan Mal, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Garis kuning itu sendiri sebenarnya merupakan batas demarkasi militer yang sebelumnya disepakati dalam proposal gencatan senjata yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Oktober 2025 lalu. Di dalam rencana perdamaian tersebut, terdapat poin-poin penting yang mencakup penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza, pelucutan senjata kelompok Hamas, serta komitmen untuk meningkatkan distribusi bantuan kemanusiaan bagi penduduk setempat yang membutuhkan.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan arah yang berbeda seiring dengan upaya sistematis Israel untuk memperluas kendalinya. Hingga akhir April lalu, Israel dilaporkan telah menguasai sekitar 64 persen wilayah Gaza. Angka ini diproyeksikan akan terus bertambah menyusul pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 28 Mei, yang menetapkan target untuk memperluas kontrol militer hingga mencapai 70 persen dari wilayah enklave tersebut. Pihak militer Israel menyatakan bahwa penempatan garis kuning baru ini merupakan bagian dari pembentukan zona keamanan khusus. Zona ini dirancang untuk melindungi wilayah Israel serta mengurangi potensi kontak langsung antara pasukan militer dan warga sipil. Untuk mendukung postur pertahanan ini, IDF mengandalkan kombinasi zona keamanan, rintangan fisik, kemampuan intelijen, sarana teknologi, serta berbagai aktivitas operasional pasukan di lapangan.

Baca Juga

Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Iran Luncurkan Serangan Rudal Mendadak ke Pasukan AS

Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Iran Luncurkan Serangan Rudal Mendadak ke Pasukan AS

Langkah militer ini memperparah krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza. Menurut laporan dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), perintah evakuasi terbaru di distrik Zeitoun telah memaksa sedikitnya 30 keluarga untuk angkat kaki meninggalkan tenda pengungsian mereka. Tenda-tenda yang ditinggalkan tersebut kemudian dihancurkan oleh pasukan Israel. Situasi ini menambah panjang penderitaan warga sipil, di mana hampir seluruh dari sekitar 2 juta penduduk Gaza kini terpaksa bertahan hidup di kawasan pesisir yang sangat sempit. Wilayah pesisir yang masih berada di bawah kendali Hamas tersebut kini menjadi satu-satunya tempat berlindung bagi jutaan pengungsi, meskipun mereka harus menghadapi kenyataan pahit berupa akses bantuan kemanusiaan yang sangat terbatas.

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PBBKonflik Israel PalestinaJalur GazaGaris KuningPengungsi GazaMiliter Israel

Berita Terbaru Lainnya

Diler Belum Banyak, Bisakah Pemilik Mobil Lepas Servis di Bengkel Chery Group?Indeks KOSPI Korea Selatan Anjlok Hampir 11 Persen, Dipicu Kekhawatiran Sektor AI dan SemikonduktorKekeringan di Gunungkidul, Warga Dusun Kemesu Terpaksa Jual Ternak demi Beli Air BersihMilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 Diacungi Jempol, Fasilitas Supersoccer Arena Kudus Berstandar InternasionalIHSG Diproyeksi Melemah, Pasar Masih Menanti Kepastian Gubernur Bank Indonesia DefinitifMenakar Peran Danantara di KSSK, Ikut Rapat Koordinasi, tetapi Tanpa Hak SuaraMengapa Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik? Ini PenjelasannyaGubernur BI Mundur, Purbaya Jamin Kebijakan KSSK Tetap Solid dan Ramah Pasar

Paling Banyak Dibaca

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  2. 2Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  3. 3Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027Pariwisata 路 26 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
Transportasi
Bencana
Wisata
Pemerintahan
Keperdataan
Energi
Manajemen
Sejarah
Infrastruktur
Keagamaan
Metro
Edukasi
Mitigasi Bencana

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap