Militer Israel (IDF) dilaporkan kembali memperluas wilayah kendalinya di Jalur Gaza dengan memindahkan penanda blok beton atau yang dikenal sebagai "garis kuning" (yellow line) di beberapa titik strategis. Langkah sepihak ini memicu gelombang pengungsian baru bagi warga Palestina yang berada di area terdampak. Perluasan zona militer baru ini mencakup sejumlah wilayah penting, mulai dari Zeitoun, Tuffah, dan Shejaia di Kota Gaza, hingga wilayah Deir al-Balah, Khan Younis, serta bagian utara Rafah.
Sebelum pemindahan blok beton dilakukan, pihak militer Israel terlebih dahulu menyampaikan perintah evakuasi kepada warga setempat. Peringatan tersebut dikirimkan melalui pesan singkat (SMS) serta pengeras suara yang dibawa oleh pesawat nirawak (drone). Hanya berselang satu hari setelah peringatan diberikan dan serangan dilancarkan, militer Israel langsung memasang blok-blok beton penanda garis kuning di lokasi yang baru. Assem Dawla, seorang warga dari distrik Zeitoun, menyatakan bahwa ia dan keluarganya segera mengemasi barang-barang mereka untuk meninggalkan tempat tinggal mereka karena pihak pendudukan Israel telah memindahkan garis kuning hingga mencapai Jalan Salah al-Din.








