Pemusatan latihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 menjadi momen bersejarah bagi Ismi Ulfaida. Gadis berusia 16 tahun tersebut terpilih menjadi salah satu perwakilan dari Provinsi Sulawesi Barat dalam ajang nasional ini. Capaian ini terasa istimewa karena Ismi merupakan siswi pertama dari Sekolah Rakyat yang berhasil menembus dan terpilih sebagai calon anggota Paskibraka di tingkat nasional. Dalam menjalankan tugas negara ini, Ismi tidak sendirian, melainkan menjadi utusan Sulawesi Barat bersama dengan M Deni Fikri yang berasal dari UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo.
Ismi Ulfaida tercatat sebagai siswi kelas 11 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ia pertama kali bergabung dan menempuh pendidikan di lembaga pendidikan tersebut pada September 2025. Keberadaan Sekolah Rakyat sendiri memiliki tempat penting dalam dunia pendidikan Indonesia saat ini, sebab lembaga tersebut merupakan salah satu program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan. Melalui program prioritas ini, para pelajar mendapatkan ruang untuk berkembang dan mengukir prestasi hingga ke tingkat nasional.
Perjalanan Ismi untuk mencapai posisi sebagai calon anggota Paskibraka tingkat nasional diawali dari seleksi internal di sekolahnya. Saat proses seleksi awal digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, jumlah peserta yang mendaftar sangat terbatas. Tercatat hanya ada dua siswa yang mengikuti tahapan seleksi awal tersebut, yaitu Ismi Ulfaida dan seorang siswa laki-laki. Meski bersaing dari jumlah peserta yang sedikit di tingkat sekolah, Ismi mampu membuktikan kelayakannya hingga melewati berbagai tahapan seleksi selanjutnya secara berjenjang.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Keinginan Ismi Ulfaida untuk menjadi bagian dari Paskibraka sejatinya bukanlah hal yang mendadak. Impian tersebut sudah tumbuh dan tertanam di dalam dirinya sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Latar belakang Ismi yang merupakan anak dari pasangan petani tidak menyurutkan langkahnya untuk mengejar impian besar tersebut. Selain bermimpi menjadi anggota Paskibraka, remaja yang pantang menyerah ini juga bercita-cita untuk menjadi seorang polisi wanita (polwan) di masa depan.
Demi mewujudkan cita-cita tersebut dan menembus seleksi Paskibraka yang ketat, Ismi melakukan berbagai persiapan matang. Ia secara intensif mengikuti bimbingan belajar untuk memperkuat pemahaman akademisnya. Tidak hanya itu, Ismi juga giat melakukan latihan peraturan baris-berbaris (PBB) demi memantapkan fisik dan kedisiplinannya, serta terus mengasah minat dan bakat yang dimilikinya. Seluruh usaha keras itu akhirnya membuahkan hasil hingga ia berhasil lolos ke pemusatan latihan tingkat nasional.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Dalam pemusatan latihan Paskibraka 2026, Ismi bergabung bersama 75 anggota Paskibraka lainnya yang berasal dari berbagai daerah. Kegiatan pemusatan latihan ini dilaksanakan di lapangan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Depok, Jawa Barat. Selama berada di pemusatan latihan, Ismi dan para peserta lain menjalani kedisiplinan serta rutinitas harian yang sangat ketat. Setiap harinya, agenda kegiatan mereka sudah dimulai sejak dini hari, yakni sekitar pukul 04.00 WIB. Sementara itu, rangkaian latihan utama Paskibraka berlangsung dari pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB.
Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, para calon anggota Paskibraka menjalani pemusatan latihan di Depok, Jawa Barat, hingga tanggal 9 Agustus 2026. Setelah menyelesaikan seluruh tahapan latihan di Depok, para peserta dijadwalkan akan bergeser ke Jakarta pada tanggal 11 Agustus 2026 untuk mengikuti rangkaian gladi persiapan pengibaran bendera. Menurut keterangan dari Wakil Kepala BPIP Rima Agristina, para calon anggota Paskibraka tersebut dijadwalkan akan dikukuhkan secara resmi pada tanggal 15 Agustus 2026 di Istana Kepresidenan, Jakarta.






