apriniageosat.co.id
BerandaNasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsBusinessNationalPopuler
Beranda/Politics

Investigasi Ungkap Kontrak Rp51 Triliun Inggris Mengalir ke Perusahaan Terkait Permukiman Israel

Domu TobingDiterbitkan 30 Agu 2026 - 00.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Investigasi Ungkap Kontrak Rp51 Triliun Inggris Mengalir ke Perusahaan Terkait Permukiman Israel
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

LONDON - Pemerintah Inggris kedapatan memberikan sejumlah kontrak sektor publik kepada beberapa perusahaan yang terafiliasi dengan aktivitas permukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat. Berdasarkan penelusuran dokumen pengadaan, nilai kontrak yang mengalir ke entitas-entitas tersebut mencapai angka yang sangat fantastis.

Tercatat ada 125 kontrak yang teridentifikasi dengan nilai total mencapai 2,129 miliar poundsterling atau setara dengan Rp51,14 triliun. Temuan ini diungkap dalam hasil investigasi Al Jazeera yang melacak catatan pengadaan pemerintah, dokumen internal perusahaan, serta data dari analis pengadaan publik Tussell.

Setidaknya ada 17 entitas dalam basis data pengadaan yang memegang proyek di berbagai sektor penting di Inggris. Proyek-proyek ini mencakup bidang transportasi, pemeliharaan jalan, layanan darurat, hingga sistem perizinan kendaraan.

Baca Juga

Turki dan Israel Memanas, Kian Sengit Rebutan Pengaruh di Timur Tengah

Turki dan Israel Memanas, Kian Sengit Rebutan Pengaruh di Timur Tengah

Seluruh perusahaan tersebut terafiliasi dengan lima kelompok usaha raksasa yang masuk dalam daftar hitam Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Daftar tersebut memuat korporasi yang terlibat dalam aktivitas bisnis di permukiman ilegal Israel. Kelima grup bisnis tersebut adalah Motorola Solutions (perusahaan teknologi asal Amerika Serikat), Heidelberg Materials (produsen material bangunan asal Jerman), Egis (perusahaan teknik asal Prancis), CAF (produsen kereta asal Spanyol), serta konglomerat asal China, Fosun.

Dari kelima grup tersebut, Motorola Solutions menjadi penerima kontrak dengan nilai terbesar, yakni melampaui 1,7 miliar poundsterling. Salah satu anak usahanya, Airwave Solutions, mendapatkan perpanjangan kontrak senilai 1,562 miliar poundsterling atau sekitar Rp37,52 triliun dari Kementerian Dalam Negeri Inggris. Kontrak ini ditujukan untuk penyediaan jaringan komunikasi aman bagi kepolisian, pemadam kebakaran, serta layanan ambulans di wilayah Inggris, Skotlandia, dan Wales.

Baca Juga

Mentrans Tinjau Sekolah Terdampak Gempa di Manggarai Barat, Salurkan Bantuan Rp200 Juta

Mentrans Tinjau Sekolah Terdampak Gempa di Manggarai Barat, Salurkan Bantuan Rp200 Juta

Temuan ini memicu kritik terkait kepatuhan hukum internasional pemerintah Inggris. Stephen Humphreys menyatakan bahwa keputusan untuk terus melanjutkan kerja sama dengan entitas yang telah diidentifikasi oleh PBB dapat berimplikasi hukum. Menurutnya, bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa Inggris berpotensi melanggar kewajiban internasionalnya jika tetap memberikan kontrak publik kepada korporasi yang menyokong aktivitas permukiman ilegal tersebut.

Sumber: CNN Indonesia

Ikuti apriniageosat.co.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Tepi BaratInggris

Berita Terbaru Lainnya

Potensi Investasi Industri Olahraga Capai Rp8.000 Triliun, Kemenpora dan BKPM Perkuat SinergiPemerintah Diminta Kaji Ulang Rencana Pembentukan BLU BatubaraTak Ingin Jamur Terbuang, Astuti Rintis Usaha Olahan hingga Pimpin Bank SampahCara Cek Desil DTSEN secara Online Lewat Situs Cek Bansos KemensosPerbaikan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Berlangsung di 7 Titik hingga 4 September 2026OJK Genjot Literasi Keuangan dan Budaya Menabung Anak MudaMenhub Pastikan Tidak Ada Transportasi Umum Rusak Saat Demo 27 AgustusSLB Negeri 1 Gunungkidul Raih Penghargaan OJK dalam Ajang KEJAR Award dan FLA 2026

Paling Banyak Dibaca

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

Ekonomi

Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di Morowali

27 Jul 2026

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

Nasional

Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASN

25 Jul 2026

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

Megapolitan

Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus Transjakarta

25 Jul 2026

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

Hukum

Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu Timur

27 Jul 2026

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

Metropolitan

Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta Timur

27 Jul 2026

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

Pariwisata

Gelombang Perhelatan Dunia Siap Guyur Indonesia hingga Awal 2027

26 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Strategis Vale Indonesia Membangun Rantai Pasok Baterai Kendaraan Listrik di MorowaliEkonomi 路 27 Jul 2026
  2. 2Di Balik Meja Birokrasi, Saat Jarak dan Kesepian Jadi Musuh Produktivitas ASNNasional 路 25 Jul 2026
  3. 3Manuver Maut di Tikungan Sudirman, Kaki Pemotor Terlindas Bus TransjakartaMegapolitan 路 25 Jul 2026
  4. 4Polisi Tahan Suami yang Aniaya Istri hingga Tewas di Luwu TimurHukum 路 27 Jul 2026
  5. 5Dua Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Pulo Gadung Jakarta TimurMetropolitan 路 27 Jul 2026

apriniageosat.co.id

Copyright 2026 apriniageosat.co.id - All Rights Reserved.

Kategori

NasionalKesehatanHukumEkonomiOlahragaPolitikBisnisTeknologiInternasionalSportsBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap