Kota Bekasi, Jawa Barat menjadi lokasi diserahkannya penghargaan penting bagi perkembangan inklusi keuangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam acara puncak peringatan Hari Indonesia Menabung yang berlangsung di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13, Kota Bekasi, pada Jumat (28/8), program inklusi keuangan di SLB Negeri 1 Gunungkidul terima penghargaan dari OJK.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh jajaran Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen sekolah dalam memperluas akses keuangan bagi seluruh kalangan, termasuk para penyandang disabilitas.
Kolaborasi Pendidikan Keuangan Inklusif
Program inklusi keuangan di SLB Negeri 1 Gunungkidul ini dijalankan melalui kolaborasi erat dengan BPD DIY. Melalui kemitraan tersebut, sekolah luar biasa ini menerapkan program pendidikan keuangan inklusif yang dirancang khusus untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Transmart Full Day Sale 30 Agustus 2026, AC Split 1 PK Diskon hingga Rp 1,7 Juta

Dalam pelaksanaannya, program ini secara aktif melatih dan membiasakan para siswa berkebutuhan khusus untuk mengelola tabungan mereka secara mandiri sejak usia dini. Langkah ini diharapkan dapat membentuk kemandirian finansial bagi anak-anak berkebutuhan khusus saat mereka berinteraksi dengan layanan keuangan formal di masa depan.
Prestasi DIY di Tingkat Nasional
Pemberian penghargaan ini menjadi bagian dari pencapaian gemilang DIY di tingkat nasional. Secara keseluruhan, DIY sukses memborong dua penghargaan utama serta tiga nominasi nasional dalam ajang KEJAR Award dan Financial Literacy Award (FLA) 2026 yang diselenggarakan oleh OJK.
Potensi Investasi Industri Olahraga Capai Rp8.000 Triliun, Kemenpora dan BKPM Perkuat Sinergi

Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, mengawal perkembangan program-program literasi dan inklusi keuangan di wilayah DIY, yang kini terbukti mampu bersaing dan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional melalui ajang tahunan OJK tersebut. Keberhasilan SLB Negeri 1 Gunungkidul ini mempertegas bahwa keterbatasan fisik maupun mental tidak menjadi penghalang untuk mendapatkan edukasi keuangan yang layak dan inklusif.






