Masyarakat kini dapat mengecek kelompok kesejahteraan atau desil keluarganya secara mandiri melalui layanan resmi yang disediakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Langkah ini memberikan kemudahan bagi publik untuk mengakses informasi mengenai klasifikasi kesejahteraan mereka secara transparan.
Data desil tersebut merupakan bagian dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah menggunakan basis data ini sebagai salah satu acuan penting untuk menentukan sasaran berbagai program perlindungan sosial agar bantuan dapat disalurkan secara lebih terarah kepada keluarga yang membutuhkan.
Apa Itu Desil dalam DTSEN?
Desil merupakan metode pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang datanya bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sebagai basis data nasional, DTSEN mengintegrasikan informasi sosial dan ekonomi masyarakat untuk membantu pemerintah dalam memetakan kelompok kesejahteraan secara terstruktur.
Melalui pengelompokan desil ini, pemerintah dapat mengidentifikasi kondisi ekonomi masyarakat secara lebih sistematis. Data ini menjadi instrumen krusial dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penentuan sasaran berbagai program perlindungan sosial di tingkat nasional.
Potensi Investasi Industri Olahraga Capai Rp8.000 Triliun, Kemenpora dan BKPM Perkuat Sinergi

Apakah Angka Desil Menentukan Penerimaan Bansos?
Meskipun angka desil sering dikaitkan dengan program bantuan pemerintah, penting untuk dipahami bahwa angka desil bukanlah penanda langsung mengenai besaran pendapatan atau penghasilan riil seseorang. Posisi desil tidak serta-merta mencerminkan jumlah nominal pendapatan bulanan secara spesifik.
Selain itu, angka desil juga tidak secara otomatis menentukan apakah seseorang pasti menerima atau tidak menerima bantuan sosial (bansos). Penentuan penerima manfaat bantuan sosial tetap merujuk pada regulasi, kriteria kelayakan, dan mekanisme verifikasi yang telah ditetapkan oleh penyelenggara masing-masing program perlindungan sosial.
Perangkat Apa Saja yang Bisa Digunakan untuk Mengecek Desil?
Layanan pengecekan desil ini dirancang agar dapat diakses dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat. Pengecekan informasi desil dapat dilakukan secara fleksibel menggunakan perangkat berikut:
- Telepon seluler (smartphone) yang terhubung dengan jaringan internet.
- Komputer atau laptop yang memiliki akses internet.
Kedua perangkat tersebut dapat digunakan untuk mengakses situs resmi Cek Bansos Kemensos tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan.
Pemerintah Diminta Kaji Ulang Rencana Pembentukan BLU Batubara

Bagaimana Langkah-Langkah Cek Desil DTSEN secara Online?
Untuk melakukan pengecekan secara mandiri, Anda hanya perlu menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan mengikuti langkah-langkah mudah berikut ini:
- Buka browser di telepon seluler atau komputer Anda, lalu akses laman resmi Cek Bansos Kemensos di alamat cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai dengan yang tercantum pada KTP Anda ke kolom pencarian yang tersedia.
- Masukkan kode huruf atau captcha yang tertera pada halaman tersebut. Kode captcha ini digunakan untuk memverifikasi bahwa pengakses adalah pengguna asli. Jika kode yang muncul kurang jelas atau sulit dibaca, Anda dapat melakukan penyegaran (refresh) kode untuk menampilkan kode huruf baru yang lebih mudah dibaca.
- Setelah semua data terisi dengan benar, jalankan proses pencarian.
Informasi Apa yang Ditampilkan Setelah Pengecekan?
Setelah sistem memproses NIK yang Anda masukkan, halaman web akan menampilkan hasil pencarian berdasarkan data yang tersedia dalam database pemerintah. Informasi yang akan ditampilkan meliputi:
- Kelompok desil kesejahteraan keluarga Anda.
- Status kepesertaan dalam program bantuan sosial.
Seluruh data yang disajikan dalam layanan pengecekan online ini bersumber langsung dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang valid sesuai dengan pencatatan resmi pemerintah.






