Menjadi pelaku usaha ultra mikro tentu tidak lepas dari berbagai tantangan di lapangan. Hal inilah yang sempat dirasakan oleh Astuti, seorang nasabah PNM Mekaar. Ia sebelumnya kerap menghadapi persoalan ketika hasil panen jamur tiram miliknya tidak seluruhnya terserap oleh pasar. Ketika jamur segar tidak habis terjual, ada kekhawatiran dan risiko besar bahwa bahan pangan tersebut akan terbuang begitu saja tanpa memberikan manfaat ekonomis.
Tantangan tersebut tidak membuat Astuti menyerah. Ia justru terdorong untuk mencari solusi kreatif agar hasil panennya tidak terbuang sia-sia. Astuti kemudian merintis usaha olahan jamur tiram secara mandiri. Jamur tiram segar yang sebelumnya berpotensi menjadi sisa kini diolahnya kembali menjadi produk makanan ringan yang memiliki nilai jual lebih tinggi, yaitu Jamur Krispi dan Stik Jamur.
Menariknya, usaha olahan jamur tiram ini dirintis oleh Astuti dari tempat yang sangat terbatas. Ia memulai seluruh proses produksinya dari sebuah dapur sederhana yang berukuran tiga kali tiga meter saja. Keterbatasan ruang tidak menghalangi kreativitasnya untuk terus memproduksi makanan ringan berkualitas dari bahan baku jamur tiram.
Transmart Full Day Sale 30 Agustus 2026, AC Split 1 PK Diskon hingga Rp 1,7 Juta

Langkah nyata yang dilakukan oleh Astuti ini mendapat apresiasi karena sejalan dengan program pemberdayaan dari PNM. Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa dukungan terhadap pelaku usaha ultra mikro harus dilakukan secara menyeluruh. Melalui keterangan yang dirilis pada Sabtu (29/8/2026), Kindaris menyatakan bahwa pembiayaan dan pemberdayaan perlu berjalan beriringan.
Lebih lanjut, Kindaris menjelaskan bahwa kebutuhan para pelaku usaha ultra mikro di lapangan bukan hanya sekadar modal finansial untuk menjalankan usaha. Mereka juga sangat membutuhkan peningkatan kemampuan untuk mengembangkan usaha serta kesiapan mental dan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan yang dinamis di lapangan. Oleh karena itu, PNM berkomitmen untuk terus mendampingi para nasabahnya agar dapat naik kelas.
Potensi Investasi Industri Olahraga Capai Rp8.000 Triliun, Kemenpora dan BKPM Perkuat Sinergi

Keberhasilan Astuti dalam mengelola usaha olahan jamur tiram dan mengatasi masalah hasil panen ini kini membawa dampak yang lebih luas bagi lingkungan sosialnya. Dedikasi serta kepeduliannya terhadap pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar membuatnya dipercaya untuk mengemban tanggung jawab baru.
Saat ini, Astuti telah dipercaya untuk memegang peran yang sangat penting di lingkungannya, yaitu sebagai Ketua Klasterisasi Bank Sampah di Kampung Madani, Waru, Penajam. Jabatan ini menjadi wujud nyata dari kontribusi sosial Astuti. Ia tidak hanya sukses sebagai pelaku usaha mandiri yang didukung oleh PNM Mekaar, tetapi juga mampu menjadi sosok penggerak bagi kelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di wilayah tempat tinggalnya.






