Nilai tukar rupiah berhasil menunjukkan performa positif dengan menekan pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan yang berlangsung hari Sabtu (28/8/2026). Keberhasilan mata uang Garuda dalam menundukkan dominasi mata uang Paman Sam tersebut membuat posisi dolar AS kini bergerak di kisaran level Rp 17.600-an.
Berdasarkan data transaksi yang dirilis oleh Bloomberg, dolar AS mencatatkan pelemahan sebesar 0,29 persen, yang membawanya turun ke level Rp 17.693 pada perdagangan hari ini. Penurunan nilai tukar ini menjadi catatan positif bagi rupiah jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya. Pada penutupan hari Jumat (29/8), mata uang dolar AS terpantau masih bertahan di posisi yang lebih tinggi, yakni Rp 17.744.
Kinerja Dolar AS Sepanjang 2026 dan 52 Pekan Terakhir
Meskipun mengalami koreksi dan melemah pada perdagangan akhir pekan ini, posisi dolar AS secara umum sebenarnya masih mencatatkan tren penguatan yang signifikan jika ditarik dalam jangka waktu yang lebih panjang. Sepanjang tahun 2026 berjalan, mata uang dolar AS tercatat masih mengalami penguatan secara akumulatif hingga mencapai 6,07 persen.
Transmart Full Day Sale! Smart TV 43 Inch Bisa Diskon Rp 1,1 Juta

Selain itu, fluktuasi nilai tukar dolar AS juga terlihat bergerak cukup dinamis dalam setahun terakhir. Data historis pergerakan menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 52 minggu terakhir, dolar AS bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar, yakni dengan batas terendah pada level Rp 16.296 hingga batas tertinggi yang sempat menyentuh angka Rp 18.209.
Perbandingan Dolar AS dengan Mata Uang Global Lainnya
Pelemahan dolar AS pada perdagangan kali ini tidak hanya terjadi saat berhadapan dengan rupiah. Di pasar valuta asing global, pergerakan mata uang AS tersebut terpantau bervariasi dengan kecenderungan melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya, namun masih mampu mencatatkan penguatan terhadap sebagian lainnya.
Transmart Full Day Sale 30 Agustus 2026, AC Split 1 PK Diskon hingga Rp 1,7 Juta

Dolar AS tercatat mengalami pelemahan sebesar 0,58 persen saat dihadapkan dengan mata uang UER. Tren penurunan performa dolar AS ini juga berlanjut terhadap GBP dengan mencatatkan pelemahan sebesar 0,40 persen, serta terhadap AUD yang melemah sebesar 0,42 persen.
Di sisi lain, dolar AS masih menunjukkan kekuatannya dengan membukukan penguatan terhadap beberapa mata uang global. Terhadap JPY, dolar AS berhasil mencatatkan penguatan sebesar 0,44 persen. Penguatan ini juga diikuti terhadap mata uang CAD yang terapresiasi sebesar 0,36 persen, serta terhadap CHF yang mengalami kenaikan sebesar 0,61 persen.






