Pemerintah pusat memberikan apresiasi kepada sepuluh pemerintah daerah yang dinilai sukses dalam mempercepat penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui penghargaan Dukcapil Prima Award 2026. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, kepada sepuluh bupati dan walikota pada hari Senin, 3 Agustus 2026. Penganugerahan ini ditujukan untuk mengapresiasi kinerja dari daerah-daerah tersebut dalam melakukan aktivasi IKD bagi masyarakat di wilayah masing-masing.
Dalam penghargaan tersebut, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu berhasil meraih peringkat pertama secara nasional untuk kategori aktivasi IKD. Wilayah ini memiliki karakteristik geografis yang cukup menantang dengan jumlah penduduk sekitar 30,2 ribu jiwa yang tersebar di berbagai pulau yang dipisahkan oleh lautan. Di bawah kepemimpinan Raditya Wirawan selaku Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kepulauan Seribu, instansi ini meluncurkan program inovatif bernama Pagi Samudera, yang merupakan singkatan dari Pagi Sambangi Rumah Keluarga. Melalui program jemput bola ini, petugas mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk mempermudah proses aktivasi.
Untuk mengatasi tantangan transportasi antarpulau, Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kepulauan Seribu aktif melakukan kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya guna berbagi sumber daya transportasi. Salah satu bentuk kolaborasinya adalah dengan ikut serta memanfaatkan fasilitas transportasi ketika Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sedang mengadakan layanan keliling. Berkat kerja keras dan sinergi lintas sektor tersebut, cakupan aktivasi IKD di wilayah Kepulauan Seribu berhasil mencapai angka sekitar 69,33 persen, yang merupakan persentase tertinggi secara nasional.
Otorita IKN Optimistis Dampak Ekonomi Tahap Dua Meningkat, Sektor Properti dan Bandara Jadi Sorotan

Sementara itu, Kota Administrasi Jakarta Barat menempati peringkat keempat nasional dalam kategori aktivasi IKD pada Dukcapil Prima Award 2026. Wilayah perkotaan ini dipimpin oleh Gentina Arifin selaku Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Administrasi Jakarta Barat. Hingga pertengahan tahun 2026, cakupan aktivasi IKD di Jakarta Barat telah mencapai 38,81 persen dari total sekitar 2,5 juta penduduk. Untuk mengoptimalkan layanan bagi masyarakat luas, petugas Dukcapil Jakarta Barat memperpanjang jam kerja mereka yang biasanya selesai pukul empat sore hingga malam hari demi memberikan pelayanan di luar jam kerja atau after-hours.
Adapun sepuluh daerah penerima penghargaan Dukcapil Prima Award 2026 diurutkan mulai dari peringkat kesepuluh hingga peringkat pertama secara berturut-turut adalah Kota Parepare, Kota Padang Panjang, Kota Surabaya, Kota Administrasi Jakarta Timur, Kota Madiun, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Magelang, Kabupaten Wonogori, dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Penghargaan ini menunjukkan komitmen yang kuat dari setiap daerah untuk mempercepat digitalisasi data kependudukan.
Ketentuan Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap II bagi Tenaga Non-ASN di Database BKN

Perkembangan sistem IKD ini juga dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Dalam forum tersebut, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, menyampaikan bahwa saat ini sedikitnya terdapat 11 jenis layanan administrasi kependudukan yang sudah dapat diakses oleh masyarakat secara langsung melalui aplikasi IKD. Layanan terintegrasi ini diharapkan terus mempermudah akses dokumen kependudukan di seluruh Indonesia.






